Pemkab Banyuwangi  Dukung Desa Pakel Menuju Hidup Damai dan Sejahtera

Actanews.id – Harapan warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, untuk hidup damai dan sejahtera kini semakin dekat dengan kenyataan. Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera (GPDS) yang dibentuk oleh warga setempat untuk mencapai perdamaian mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono, setelah menggelar audiensi dengan GPDS di Pendapa Disbudpar, Senin (24/6/2024). “Kami berterima kasih kepada warga Pakel karena telah memiliki gagasan untuk Pakel yang damai dan sejahtera. Ini adalah langkah menuju arah yang lebih baik dan damai,” kata Sekda Mujiono.

Desa Pakel, yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), juga merupakan lokasi investasi PT Bumisari Maju Sukses (PT Bumisari). Namun, konflik sosial yang berkepanjangan menghambat warga setempat untuk merasakan manfaat dari investasi tersebut. Menurut warga, konflik ini dipicu oleh oknum luar daerah yang menanamkan kebencian dan perpecahan antar warga. Mereka juga diduga sering menebar rasa ketakutan dan melakukan penebangan tanaman perkebunan milik PT Bumisari seluas 225 hektar.

Sekda Mujiono menjelaskan bahwa konflik sosial di Desa Pakel sebenarnya dipicu oleh multitafsir administrasi, yaitu surat dari BPN Banyuwangi yang ditujukan kepada Ketua Forsuba. “Mengubah mindset atau membangun pemahaman tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Tapi alhamdulillah, saat ini masyarakat Pakel sudah mengalami perubahan menuju kehidupan yang damai dan sejahtera,” terang Sekda.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah membentuk Tim Penanganan Konflik Sosial (TPKS) yang sebelumnya berhasil menyelesaikan konflik serupa di desa lain yang berdekatan dengan PT. Bumi Sari, seperti di Desa Bayu dan Desa Kluncing. TPKS memastikan bahwa masyarakat sekitar mendapatkan manfaat dari investasi PT. Bumi Sari, dengan tetap bisa berkebun, bertani, dan beternak di lahan perusahaan.

“Di Desa Pakel, TPKS menjamin masyarakat mendapat perlakuan dan manfaat yang sama. Mereka tetap bisa menggarap lahan dan mendapatkan kesejahteraan dengan catatan harus menjaga tidak melakukan perusakan pohon dan penjarahan tanaman kebun,” tambah Sekda.

Ketua Presidium GPDS, Rohimin, menegaskan bahwa gerakan yang dibentuknya bertujuan untuk menciptakan situasi damai di desanya. “Alhamdulillah, kami bersyukur dengan dukungan Pemkab Banyuwangi. Kami ingin Desa Pakel kembali damai dan masyarakatnya rukun,” ujar Rohimin.

Dia menambahkan, konflik sosial di Desa Pakel diperkeruh oleh kehadiran kelompok luar daerah. “Namun, kami menyadari bahwa sekelompok warga tersebut hanya korban. Mereka melakukan tindakan-tindakan yang diduga melanggar hukum karena mendapat doktrin dari oknum luar daerah,” cetus Rohimin.

Dengan dukungan dari Pemkab Banyuwangi dan komitmen warga melalui GPDS, Desa Pakel kini berpeluang besar untuk kembali damai dan sejahtera, membuka lembaran baru dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *