Foto : Para pekerja proyek rehabilitasi TPA Wonokerto
Pasuruan, Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah merehabilitasi fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Proyek tersebut difokuskan pada peningkatan sistem pengolahan air lindi agar lebih modern dan ramah lingkungan.
Rehabilitasi yang menelan anggaran lebih dari Rp. 2.497 miliar itu meliputi pembangunan dan perbaikan sejumlah kolam pengolahan lindi. Jika sebelumnya proses pengolahan dilakukan secara manual, kini akan menggunakan metode kimiawi dengan teknologi yang lebih modern sehingga hasil pengolahan lebih optimal.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M Nur Kholis, menjelaskan bahwa sistem pengolahan lindi selama ini belum maksimal. Dengan rehabilitasi TPA, sistem dan metode pengolahan terbarukan akan terealisasi. Dimana pengolahan air lindi akan memisahkan padatan dan cairan melalui proses pencampuran bahan kimia.
“Dengan teknologi pengolahan yang baru, air lindi yang semula bercampur akan mengalami proses penggumpalan sehingga material padat dapat terpisah dari air. Sistem ini lebih efektif dibanding pengolahan secara manual sehingga pengolahan lindi berfungsi maksimal,’ ujarnya.
DLH sendiri selalu rutin uji laboratorium air lindi sebulan sekali. Dari hasil uji lab rutin tersebut, parameter Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan
Chemical Oxygen Demand (COD) dalam batas aman dan wajar selalu dalam pengawasan ketat.
Selain membangun instalasi pengolahan lindi, Pemerintah Kabupayen Pasuruan juga merehabilitasi dan melakukan perbaikan kolam eksisting agar sampah tidak lagi masuk ke area kolam pengolahan. Dengan adanya pembangunan saluran berbahan beton U-Dith.
“Sehingga air lindi dapat mengalir melalui jalur atau saluran yang benar sehingga tidak meluber dan tidak menimbulkan dampak pencemaran,” jelas Nur Kholis.
Pelaksana proyek dari CV ALMANA, Wahab, mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung tidak hanya mencakup pembangunan bak-bak pengolahan lindi, tetapi juga pembangunan saluran, hanggar dan fasilitas pencucian armada pengangkut sampah.
“Saat ini sedang penanganan pemasangan saluran U-dith, rolak serta pengecora lantai hanggar dan fasitas pencucian armada pengangkut sampah. Item penanganan terbesar terletak pada sipil,” terang Wahab yang optimis pekerjaan akan selesi sesuai jadwal kontrak.(Tya)
