Foto : Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan patok hewan pasar Wonorejo
Pasuruan, Actanews.id – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Dari total 15 pasar milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, sebanyak sembilan pasar yang berada di bawah naungan Diskoperindag saat ini mendapatkan penanganan rehabilitasi, terutama pada aspek infrastruktur.
Salah satu pasar yang menjadi sasaran pembenahan tersebut adalah Pasar Daerah Unit Wonorejo. Rehabilitasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pasar agar lebih representatif, nyaman, serta mampu menunjang aktivitas perdagangan masyarakat.
Pada rehabilitasi kali ini, perhatian difokuskan pada area patok hewan atau pasar hewan yang menjadi lokasi transaksi jual beli ternak. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan paving di hampir seluruh area pasar hewan, pembangunan saluran drainase menggunakan beton pracetak jenis U-ditch, serta penggantian patok hewan dengan material pipa besi berukuran lebih besar.Selain itu, pembangunan gapura pintu masuk juga menjadi bagian dari penanganan infrastruktur tersebut.
Dian, selaku pelaksana lapangan dari CV Three Haq, menjelaskan bahwa pekerjaan dengan bobot terbesar dalam rehabilitasi Pasar Wonorejo adalah pemasangan paving dan pembangunan saluran air.
“Kita maksimalkan penyelesaian pada item pekerjaan yang memiliki bobot cukup besar dibandingkan penanganan lainnya, yakni pavingisasi dan saluran air. Termasuk penggantian patok hewan menggunakan pipa besi yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya,” jelas Dian saat ditemui awak media, Rabu (4/11).
Ia menambahkan, meskipun batas akhir kontrak pekerjaan masih pada Desember mendatang, pihak pelaksana tetap mengoptimalkan pengerjaan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis yang berlaku.
Berdasarkan hasil perhitungan dan laporan capaian progres pada awal November, rehabilitasi Pasar Wonorejo tercatat mengalami deviasi positif atau surplus progres dibandingkan rencana pekerjaan.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil perhitungan dan laporan capaian progres pada awal November ini, pekerjaan rehabilitasi Pasar Wonorejo mengalami deviasi surplus,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, menegaskan bahwa peningkatan fasilitas infrastruktur dan pembenahan tata kelola pasar merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, aman, serta memenuhi standar pasar rakyat.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang dapat menunjang kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pasar.
“Selain memperbaiki kondisi fisik bangunan, pembenahan sarana dan prasarana pasar diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya,” tegas pria yang akrab disapa Abah Ghoni tersebut.
Ia berharap, rehabilitasi sembilan pasar daerah ini dapat menjadi langkah nyata Diskoperindag Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasar. Dengan fasilitas yang semakin baik dan pengelolaan yang lebih tertata, pasar tradisional diharapkan mampu berkembang serta tetap memiliki daya saing di tengah pertumbuhan pusat perdagangan modern.(Tya)
