BANYUWANGI – Tradisi Petik Laut Pancer ke-51 kembali digelar masyarakat nelayan Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan diwarnai dengan santunan anak yatim. Danramil 0825-11/Pesanggaran Kapten Arm Edy Tri Santoso bersama unsur Forkopimka Pesanggaran turut hadir sekaligus memastikan rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Petik Laut Pancer merupakan tradisi masyarakat pesisir yang dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan keselamatan yang diberikan kepada para nelayan.
Selain memiliki nilai budaya, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta tali silaturahmi antarwarga dan masyarakat nelayan.
Ketua Panitia Petik Laut Pancer ke-51, Moh. Faisol Jamil, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.
“Petik Laut Pancer merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Alhamdulillah, kegiatan tahun ini dapat terlaksana dengan meriah. Semoga ke depan semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar nelayan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar) Banyuwangi, Hartono Arsyil, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Sumberagung yang telah menjaga semangat gotong royong dan kerukunan sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan meriah.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Sumberagung. Dengan gotong royong dan guyub rukun, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, tertib, aman dan meriah. Ini menjadi bukti bahwa adat dan budaya kita masih kuat,” ungkapnya.
Menurut Hartono, Petik Laut tidak semata-mata menjadi sebuah pesta rakyat, tetapi juga memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan laut sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan pesisir.
“Petik Laut bukan sekadar pesta, tetapi merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki dan sumber kehidupan. Karena itu, laut juga harus kita jaga bersama, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke laut,” katanya.
Hartono menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan terus memberikan perhatian terhadap masyarakat nelayan, termasuk melalui pengembangan potensi wisata Pantai Pancer.
“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan terus hadir untuk nelayan dengan pengembangan wisata Pantai Pancer, agar anak cucu kita bisa hidup sejahtera dari lautnya sendiri,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada warga dan panitia yang telah menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
“Semoga para nelayan kita diberikan kelancaran, keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah untuk kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimka dan instansi terkait, di antaranya Plt Kadispar Banyuwangi Hartono Arsyil, Plt Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi, S.Pd., M.Pd., Danramil 0825-11/Pesanggaran Kapten Arm Edy Tri Santoso, Kapolsek Pesanggaran AKP Agus H.W., S.H., Danposal Pancer Lettu Laut (P) Jefri, unsur TNI, Polri, SAR, Puslatpurmar 7 Lampon, TN Meru Betiri, PT Bumi Suksesindo, para kepala desa se-Kecamatan Pesanggaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat nelayan Pantai Pancer. (*)
