Kuda-Kuda Atap Mulai Terpasang, Kenduri Warnai Revitalisasi SDN Ngaresrejo Sukodono

SIDOARJO – Tradisi kenduri tetap hidup di tengah pesatnya modernisasi. Hal itu terlihat dalam proyek revitalisasi SDN Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, yang kini memasuki tahap pemasangan kuda-kuda atap.

Sejumlah pekerja menggelar kenduri sederhana di lokasi proyek sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan para pekerja senantiasa diberikan keselamatan.

Proyek revitalisasi yang dilaksanakan pada 2026 tersebut mencakup rehabilitasi berat terhadap 11 ruang, pembangunan satu Ruang Kelas Baru (RKB), serta pekerjaan sanitasi dan utilitas. Dari total 12 ruang yang menjadi bagian pekerjaan, di antaranya terdapat ruang guru, ruang UKS, dan toilet.

Kenduri di tengah aktivitas konstruksi itu menjadi gambaran menarik tentang pertemuan antara pembangunan modern dan kearifan lokal. Di satu sisi, pembangunan dilakukan dengan material serta metode konstruksi masa kini. Namun di sisi lain, tradisi kebersamaan dan rasa syukur tetap dipertahankan.

Pelaksana lapangan, H. Sam, mengatakan tradisi kenduri sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan para pekerja sebagai bentuk rasa syukur dalam setiap tahapan penting pembangunan.

“Sebagai orang Jawa, tradisi seperti ini selalu kita lakukan, baik saat awal pekerjaan atau pondasi maupun ketika memasuki pekerjaan atap. Semua ini sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah Tuhan berikan,” ujar H. Sam, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pemasangan kuda-kuda atap menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan. Setelah struktur atap terpasang, para pekerja diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus menyelesaikan tahapan berikutnya.

“Kalau atap sudah terpasang, para pekerja akan lebih tenang dan fokus bekerja. Dengan begitu, hasil pekerjaan sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” katanya.

Tradisi kenduri tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa modernisasi pembangunan tidak harus menghapus budaya lokal. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur tetap dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sarana pendidikan yang lebih baik.

Revitalisasi SDN Ngaresrejo diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah yang lebih layak dan nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung kegiatan belajar mengajar bagi para siswa.(Agus)