KKM Cakrarta06 Kenalkan Briket Biomassa kepada Warga Dusun Genderan

MALANG — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif Cakrarta06 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengenalkan arang briket berbahan dasar limbah biomassa kepada masyarakat Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKM Cakrarta06 untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar alternatif sekaligus mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah yang selama ini dianggap sebagai barang sisa.

Kegiatan berlangsung bersamaan dengan acara tahlilan bersama warga Dusun Genderan. Dalam suasana yang akrab, mahasiswa menyampaikan materi secara sederhana dan aplikatif agar masyarakat dapat memahami manfaat, proses pengolahan, serta potensi penggunaan arang briket dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan oleh Syahila Syerli Nur Fitria, mahasiswa Program Studi Kimia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia menjelaskan berbagai hal terkait arang briket, mulai dari bahan baku yang dapat digunakan, proses pembuatan, prinsip pembakaran, hingga perbedaannya dengan arang yang umum digunakan masyarakat.

Penjelasan tersebut memunculkan rasa ingin tahu warga. Salah seorang peserta bahkan mempertanyakan perbedaan arang briket ketika digunakan sebagai bahan bakar.

«“Mbak, ini kalau dibakar, kok bisa beda sama arang yang biasa kita pakai?”»

Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai potensi pemanfaatan limbah biomassa. Warga juga ingin mengetahui apakah bahan yang selama ini dibuang dapat diolah menjadi bahan bakar dan bagaimana daya tahan panas yang dihasilkan dari briket.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Syahila menjelaskan bahwa kualitas arang briket dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya jenis bahan baku, kadar air, bahan perekat, ukuran partikel, serta tingkat kepadatan briket.

Menurutnya, faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap karakteristik dan kualitas briket ketika digunakan sebagai bahan bakar. Penjelasan itu membuat warga mulai menghubungkan materi dengan berbagai potensi limbah biomassa yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, KKM Cakrarta06 berupaya membangun kesadaran bahwa limbah tidak selalu harus berakhir sebagai sesuatu yang dibuang. Dengan pengolahan dan pengetahuan yang tepat, limbah biomassa dapat memiliki nilai guna dan berpotensi menjadi bahan bakar alternatif.

Bagi mahasiswa KKM Cakrarta06, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyampaian materi, tetapi juga ruang bertukar pengetahuan dengan masyarakat. Interaksi langsung dengan warga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus membuka wawasan mengenai inovasi sederhana yang dapat dikembangkan dari sumber daya di sekitar.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dapat dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sebuah bahan yang selama ini dipandang sebagai sisa, mahasiswa mengajak warga melihat kemungkinan baru: mengolah limbah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat dan nilai tambah.

Dari Dusun Genderan, KKM Cakrarta06 membawa pesan sederhana: ketika limbah diolah dengan pengetahuan, sesuatu yang dianggap tidak berguna pun dapat berubah menjadi sumber daya yang bernilai.