Foto : Ketua GKSI bersama Wakil Bupati Pasuruan di koperasi susu Suka Makmur Grati
Pasuruan, Actanews.id – Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur meminta pemerintah mengutamakan kualitas susu dalam pengadaan komoditas untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut GKSI, orientasi pada harga murah semata dikhawatirkan mengorbankan kualitas gizi yang diterima anak-anak Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Launching Penguatan Koperasi Susu bagi Kedaulatan Gizi Nasional yang digelar di Joglo KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Koperasi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, akademisi, tokoh koperasi, serta ratusan peternak sapi perah.
Ketua GKSI Jawa Timur, Nur Kayin, menegaskan bahwa kualitas susu tidak boleh dikompromikan hanya demi mengejar harga murah. Menurutnya, susu murni yang dihasilkan peternak memiliki nilai gizi yang harus dijaga untuk mendukung keberhasilan program MBG. “Kalau orientasinya hanya harga, bagaimana mungkin menghasilkan susu berkualitas? Kami menjual susu murni, bukan menjual air ataupun bahan pengawet. Kalau kita bicara gizi anak bangsa, maka kualitas tidak boleh ditawar,” tegas Nur Kayin.
Ia menjelaskan, Jawa Timur menjadi sentra produksi susu nasional dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap produksi susu dalam negeri. Namun demikian, peternak masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak wabah PMK, Lumpy Skin Disease (LSD), ancaman brucellosis hingga tekanan harga dari industri berskala besar.
Sementara itu, Ketua KUTT Suka Makmur Grati, Evi Zainal Abidin, mengatakan koperasi telah menghasilkan susu pasteurisasi yang aman dan berkualitas. Produk tersebut telah mendapatkan pendampingan dari BPOM serta mengantongi sertifikat Industri Pangan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP-CPPOB). “Koperasi yang telah mengantongi sertifikat IP-CPPOB sudah sangat layak memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat maupun mendukung program pemerintah,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menyatakan pemerintah terus mendorong modernisasi koperasi melalui penguatan fasilitas produksi, rantai dingin (cold chain), hingga sistem distribusi agar mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menjamin pemenuhan gizi anak Indonesia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi atas dukungan terhadap koperasi susu di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, potensi sapi perah di daerah tersebut sangat besar sehingga koperasi diharapkan menjadi salah satu penopang keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara KUTT Suka Makmur dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dan Fakultas Teknik Industri ITS, penyerahan sertifikat CPPOB dari BPOM, peluncuran penguatan koperasi susu, serta peninjauan produk koperasi dan peternakan sapi perah milik KUTT Suka Makmur.
GKSI Jatim berharap pemerintah segera menghadirkan regulasi dan tata niaga persusuan yang berpihak kepada peternak serta koperasi agar produksi susu nasional semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan kualitas terbaik.(Tya)
