Aksi ‘Jemput Bola’ di Wongsorejo: Sinergi TNI-Polri dan PKK Buru Balita ‘Lolos’ Posyandu

BANYUWANGI – Persoalan kesehatan balita di ujung utara Banyuwangi mendapat perhatian serius. Dalam sebuah pertemuan krusial yang digelar di Aula PKM Bajulmati, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, para pemangku kepentingan berkumpul untuk merumuskan strategi “perang” terhadap stunting dan penyakit balita, Rabu (6/5/2026).

Rapat Loka Karya Mini yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor. Tak hanya petugas kesehatan, kehadiran aparat kewilayahan seperti Sertu Rafik dari Babinsa dan Bripda Rafi dari Bhinmas menunjukkan bahwa kesehatan generasi mendatang adalah misi bersama yang melibatkan sinergi TNI-Polri.

“Kader harus proaktif. Jangan hanya menunggu di pos, tapi lakukan aksi jemput bola untuk memastikan tidak ada balita yang terlewat dari pemantauan kesehatan,” tegas Ketua PKK Kecamatan Wongsorejo, Yunita Febriyanti, S.E., di hadapan penggerak PKK dari 7 desa yang hadir.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Kepala PKM Bajulmati, Dr. Cincin, terungkap fakta lapangan mengenai temuan kasus penyakit sesak pada sejumlah balita di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, tim medis dan kader menekankan bahwa imunisasi lengkap adalah “harga mati” yang harus dipenuhi oleh para ibu.

Target: Zero Stunting

Langkah konkret segera diambil pasca-pertemuan tersebut. Para kader diperintahkan untuk segera melakukan penyisiran dan pendataan ulang terhadap balita yang selama ini tidak pernah mengikuti kegiatan Posyandu. Strategi “jemput bola” ini dianggap krusial guna mencegah lonjakan angka stunting secara signifikan di wilayah Wongsorejo.

Kegiatan yang juga dihadiri perwakilan kecamatan Slamet Yatim dan penyuluh KUA Arif K.S.ag ini berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang produktif. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan warga Bajulmati. Hingga acara usai, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.