Pembangunan TPT di Kemirisewu Pandaan Beri Rasa Aman Warga, Antisipasi Ancaman Gerusan Air

Foto : pembangunan TPT di Durensewu, Pandaan terselesaikan belum lama ini.

Pasuruan, Actanews.id – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, disambut positif masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk melindungi badan jalan sekaligus kawasan permukiman warga dari ancaman gerusan air, terutama saat musim penghujan.

Salah seorang warga setempat, Nanang, mengaku senang dengan adanya pembangunan TPT tersebut. Menurutnya, keberadaan bangunan penahan tanah itu membuat masyarakat merasa lebih tenang karena kekhawatiran terhadap kondisi jalan dan lingkungan permukiman yang sebelumnya rawan terdampak aliran air kini mulai teratasi.

Ia menceritakan, sebelum adanya pembangunan TPT, kondisi jalan dan permukiman di sekitar lokasi cukup mengkhawatirkan. Terlebih ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, debit aliran air meningkat cukup besar hingga berpotensi meluap dan menggerus tanah di sekitarnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya pembangunan TPT ini kami merasa lebih aman. Sebelumnya, kalau musim hujan, aliran air cukup besar sehingga kami khawatir tanah di sekitar jalan dan permukiman terkikis,” ungkap Nanang.

Sementara itu, Aan, pelaksana teknis lapangan dari CV Roro Mendut selaku pelaksana, menjelaskan bahwa penanganan pekerjaan dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, konsultan pengawas, serta pihak pelaksana.

Pekerjaan tersebut tidak hanya mencakup pembangunan tembok penahan tanah, tetapi juga dilengkapi dengan konstruksi pengaman berbahan beton yang di lokasi dikenal dengan istilah partolo.

Elemen pengaman tersebut dipasang untuk memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan keamanan bagi masyarakat yang melintas di sekitar area pekerjaan.

“Selain pembangunan TPT, terdapat pekerjaan pengaman berbahan beton atau partolo. Pemasangannya ditujukan untuk mengantisipasi risiko bagi warga yang melintas di sekitar lokasi,” jelas Aan, Kamis,(5/11), siang.

Ia menambahkan, masing-masing elemen pengaman beton tersebut dipasang dengan jarak sekitar 1,5 meter, sedangkan ketinggiannya mencapai kurang lebih 1 meter. Lebih rinci, Aan menyebut bahwa total panjang keseluruhan pembangunan TPT mencapai 98,1 meter, di 2 lokasi yang berbeda.

Lokasi pertama sepanjang 40,1 meter dengan ketinggian 2 meter. Sedangkan lokadi kedua memiliki panjang 58 metet dengan ketinggian 1 meter. “Terkait ketinggian menyesuaikan kondisi lapangan dan mengacu gambar teknis dalam kontrak,” pungkasny.

Terpisah, Boby, salah satu pejabat teknis Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa pembangunan TPT di Desa Kemirisewu merupakan bagian dari upaya penanganan infrastruktur untuk menjaga stabilitas tanah serta melindungi lingkungan sekitar dari potensi kerusakan akibat aliran air.

“Iya benar pembangunan TPT di Kemirisewu sudah terselesaikan dan sudah P1, sehingga badan jalan dan kawasan permukiman di sekitarnya lebih terlindungi, khususnya ketika menghadapi peningkatan debit air pada musim penghujan,” kata Boby.(Tya)