BANYUWANGI – Kebanggaan kembali menyelimuti keluarga besar MTs Maulana Ishaq. Dua siswinya, Hanna zahira Aulia dan Nira Pratiwi, mendapat kesempatan mewakili madrasah dalam Festival Gandrung Sewu, salah satu agenda budaya tahunan paling ikonik di Kabupaten Banyuwangi yang dikenal luas hingga tingkat internasional.
Keikutsertaan kedua siswi tersebut menjadi momen istimewa bagi MTs Maulana Ishaq. Bukan sekadar mengikuti sebuah festival, kesempatan ini juga menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam menjaga, mengenal, dan melestarikan kekayaan budaya daerah, khususnya seni tari Gandrung yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat Banyuwangi.
Festival Gandrung Sewu sendiri merupakan perhelatan budaya yang menghadirkan pesona Tari Gandrung dalam pertunjukan kolosal dengan melibatkan banyak penari. Perhelatan ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata Banyuwangi sekaligus panggung untuk memperkenalkan warisan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Bagi Hanna zahira Aulia dan Nira Pratiwi, kesempatan mewakili MTs Maulana Ishaq dalam festival bergengsi tersebut merupakan pengalaman berharga. Keduanya membawa semangat, kebanggaan, serta nama baik madrasah untuk turut menjadi bagian dari perayaan budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi.
Partisipasi ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya didorong untuk berprestasi dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang dalam bidang seni, budaya, kreativitas, dan kecintaan terhadap warisan daerah.
Kepala Madrasah: Madrasah Harus Hadir dalam Pelestarian Budaya
Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keikutsertaan Hanna zahira Aulia dan Nira Pratiwi dalam Festival Gandrung Sewu.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Generasi muda perlu memiliki wawasan luas, rasa percaya diri, serta kepedulian terhadap identitas dan kekayaan budaya bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diperoleh Hanna zahira Aulia dan Nira Pratiwi untuk mewakili MTs Maulana Ishaq dalam Festival Gandrung Sewu. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa, sekaligus menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sendiri,” ungkap Rustam Effendi.
Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar berani mengembangkan potensi diri, aktif mengikuti kegiatan positif, dan terus membawa nama baik madrasah di berbagai kesempatan.
“Madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu pengetahuan dan memperkuat nilai-nilai agama, tetapi juga tempat untuk membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budayanya. Kami ingin anak-anak MTs Maulana Ishaq tumbuh menjadi generasi yang mampu berprestasi tanpa melupakan akar budaya dan jati diri bangsa,” tambahnya.
Keikutsertaan Hana Jahira Aulia dan Nira Pratiwi dalam Festival Gandrung Sewu sejalan dengan semangat MTs Maulana Ishaq sebagai “Sekolahnya Sang Juara, Inovatif, Kreatif, dan Agamis.”
Semangat tersebut menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus membuka ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat, menggali potensi, serta meraih pengalaman berharga di berbagai bidang.
Melalui partisipasi dalam festival budaya tahunan ini, MTs Maulana Ishaq berharap semakin banyak generasi muda yang bangga terhadap budaya Banyuwangi dan tergerak untuk ikut melestarikannya.
v
Hanna zahira Aulia dan Nira Pratiwi pun menjadi bagian dari cerita tentang keberanian untuk melangkah, kesempatan untuk berkembang, dan semangat membawa nama madrasah ke panggung yang lebih luas.
Dari madrasah untuk Banyuwangi, dari generasi muda untuk budaya negeri. MTs Maulana Ishaq terus melangkah, berprestasi, dan menginspirasi! (M.N.EFFENDI)
