Dituding “Proyek Siluman”, Kontraktor Irigasi Molek Rp99,7 Miliar Akhirnya Buka Suara

KABUPATEN MALANG, – Dituding sebagai “proyek siluman” karena tidak ada papan nama, pelaksana Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Molek di Kabupaten Malang akhirnya memberikan klarifikasi.

Proyek senilai Rp99,7 miliar yang bersumber dari APBN 2026 itu dipastikan berjalan sesuai prosedur dan transparan.

Klarifikasi disampaikan perwakilan PT Aura Tirta Magelang, Joko, didampingi mandor pelaksana Cahyono, kepada tim media pada Rabu (21/10/2026).

“Kami klarifikasi karena ada tudingan proyek siluman. Papan nama proyek dan Direksi Keet sudah tersedia dan berdiri di Desa Jenggolo,” ujar Joko.

Pekerjaan Sepanjang 42 Kilometer

Joko menjelaskan, tidak semua titik pekerjaan dipasangi papan informasi karena lokasi proyek sangat panjang, membentang 42 kilometer yang mencakup tiga kecamatan, mulai dari Mangunrejo, Talangagung, Jatiguwi hingga Sumberpucung.

Masyarakat yang ingin melihat informasi resmi proyek dipersilakan datang langsung ke Kantor Direksi Keet di Desa Jenggolo

Kepanjen.

“Jadi wajar jika tidak semua titik memasang papan informasi,” imbuhnya.

Progres 65 Persen, Target Tuntas Desember

Terkait teknis pelaksanaan, Joko menegaskan seluruh pekerjaan mulai hulu hingga hilir dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan gambar rencana dalam kontrak.

Saat ini, progres fisik proyek dengan pagu Rp125 miliar dan nilai kontrak Rp99.739.436.400 itu telah mencapai kurang lebihnya 65 persen.

“Kami tetap sesuai komitmen, menargetkan seluruh pekerjaan tuntas sesuai jadwal pada Desember 2026. Meskipun cuaca panas, kami tetap prioritaskan karena petani sangat membutuhkan air irigasi,” tegasnya.

Ia menekankan penggunaan anggaran negara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan sekadar menyelesaikan bangunan fisik.”Transparansi adalah kunci kepercayaan,” pungkasnya. (XL)