Babinsa Songgon Dampingi Petani Desa Sragi Racik Pupuk Alternatif, Dorong Kemandirian Pertanian

BANYUWANGI – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Koramil 0825/20 Songgon melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan praktik pembuatan pupuk alternatif kepada warga di Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB tersebut digelar di pekarangan belakang kediaman Mohamad Nur Ariman, warga binaan Desa Sragi. Dalam kegiatan itu, Babinsa bersama warga mempraktikkan pembuatan sejumlah pupuk dan bahan pendukung pertanian, mulai dari Pupuk Organik Cair (POC), biodecomposer, booster plus hingga agens hayati.

Kegiatan tersebut dihadiri Batituud Koramil 0825/20 Songgon Peltu Zainul Arifin, Babinsa Serka Eko Purwanto, serta Mohamad Nur Ariman selaku warga binaan yang menyediakan lokasi praktik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyiapkan sarana dan bahan yang diperlukan. Selanjutnya, Babinsa bersama warga mengikuti tahapan pembuatan pupuk alternatif secara langsung sehingga proses yang dilakukan tidak hanya bersifat teori, tetapi dapat dipraktikkan secara mandiri oleh petani.

Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk sekaligus mendorong pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain berpotensi menekan biaya produksi, penggunaan pupuk alternatif juga diharapkan dapat mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.

Komandan Koramil 0825/20 Songgon Kapten Kaveleri Andoko mengapresiasi keterlibatan anggotanya dalam mendampingi masyarakat, khususnya para petani.

Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pendampingan dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir sebagai mitra petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian,” ujar Andoko.

Ia berharap pengetahuan mengenai pembuatan pupuk alternatif tersebut dapat terus dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat di desa lainnya.

“Kami berharap ilmu ini terus ditularkan ke desa-desa lain, sehingga kemandirian pangan di wilayah Songgon semakin kuat,” imbuhnya. (*)