Foto : Ribuan peserta lari bersiap di garis start
Pasuruan, Actanews.id – Ajang lari tahunan Bromo Marathon ke-13 kembali digelar di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9). Sekitar 3.000 pelari dari 22 negara ambil bagian dalam event yang mengusung tema “I Run The Adventure” tersebut.
Pelaksanaan Bromo Marathon tahun ini mengambil lokasi start dan finish di halaman Hotel Pelataran Tosari. Para peserta diajak menikmati tantangan berlari dengan latar kawasan lereng Gunung Bromo melalui sejumlah jalur alam.
Bromo Marathon mempertandingkan lima kategori, mulai dari kelas 42 kilometer, 21 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, hingga 2,5 kilometer yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, tahun ini panitia melakukan penyesuaian rute lantaran jalur utama tidak dapat digunakan pascakebakaran hutan.
Kondisi tersebut justru membuat rute perlombaan semakin menonjolkan karakter alam kawasan Tengger.
Ketua Panitia Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, mengatakan perubahan rute menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, khususnya mereka yang mengikuti kategori 42 kilometer.
“Tahun ini kita menggunakan jalur yang lebih menunjukkan alam, dengan rute di kawasan lereng Gunung Bromo. Hal ini menjadi tantangan baru bagi para peserta 42K,” ujar Dedik.
Menurutnya, antusiasme peserta tetap tinggi meski terdapat perubahan jalur. Ribuan pelari dari berbagai negara tetap hadir untuk mengikuti lomba sekaligus menikmati pengalaman berlari di kawasan pegunungan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menilai penyelenggaraan Bromo Marathon secara konsisten memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah.
Ia menyebut keterlibatan penyelenggara, masyarakat, serta pelaku usaha di sekitar kawasan membuat event tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini saling mendukung antara penyelenggara hingga masyarakat yang ada. Semua merasakan dampak positif dan Tengger semakin dikenal,” katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Shobih itu berharap Bromo Marathon ke depan dapat terus berkembang dan menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Pasuruan ke dunia internasional.
“Ke depan semua potensi yang ada bisa disampaikan ke internasional. Terbukti ada pelari dari 22 negara yang hadir. Ini menunjukkan bahwa Bromo Marathon sudah menjadi event internasional,” pungkasnya. (Tya)
