BANYUWANGI – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga sekitar 5,9 kilometer pada Minggu (6/9/2026) malam. Kepadatan tersebut terjadi menyusul penyesuaian operasional penyeberangan akibat perbaikan Dermaga MB 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kondisi itu mendapat perhatian dari Koramil 0825-21/Kalipuro. Babinsa turun langsung melakukan monitoring di kawasan Pelabuhan Ketapang untuk memantau perkembangan arus kendaraan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Berdasarkan pemantauan pada pukul 20.15 WIB, antrean kendaraan dari arah Watudodol menuju Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 5,9 kilometer. Kepadatan terjadi akibat penyesuaian layanan penyeberangan selama pekerjaan perbaikan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk berlangsung.
Selain memantau antrean, Babinsa juga mengawasi kondisi lalu lintas dan situasi keamanan di sekitar kawasan pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta hambatan lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan.
Sementara itu, kendaraan berukuran besar yang akan menyeberang menuju Bali diarahkan melalui pengantongan di Pelabuhan Bulusan. Pengaturan jalur juga diterapkan bagi kendaraan dari arah tertentu melalui jalur lingkar guna membantu mengurangi kepadatan di kawasan Ketapang.
Perbaikan Dermaga MB 2 Gilimanuk diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Desember 2026. Selama proses tersebut, kondisi arus kendaraan dan aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Ketapang akan terus dipantau oleh aparat kewilayahan.
Danramil bersama jajaran Koramil 0825-21/Kalipuro memastikan monitoring dilakukan secara berkala untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas serta menjaga keamanan di kawasan pelabuhan.
Hingga laporan dibuat, situasi wilayah secara umum terpantau aman dan kondusif. Cuaca cerah, tidak terdapat kejadian menonjol, sementara arus lalu lintas masih dapat dikendalikan.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Koramil 0825-21/Kalipuro dalam membantu menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengantisipasi dampak kepadatan kendaraan di kawasan strategis Pelabuhan Ketapang. (*)
