Klinik Pesantren Pertama di Kabupaten Pasuruan Dibangun di Ponpes Besuk Kejayan, Permudah Layanan Kesehatan Santri

Foto : Pekerja menyelesaikan klinik ponpes di Pondok Besuk, Kejayan

Pasuruan, Actanews.id – Pembangunan Klinik Pesantren di Pondok Pesantren Besuk, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan sudah berjalan. Fasilitas kesehatan yang menjadi pilot project pertama klinik pesantren di Kabupaten Pasuruan itu diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ribuan santri.

Ibnu Aditya dari CV Mulyo Joyo selaku pelaksana kegiatan menguraikan bahwa bangunan klinik ini memiliki ukuran 14 x 9,5 meter dengan masa pelaksanaan selama 4 bulan. Hingga memasuki minggu kelima, progres pembangunan telah mencapai 14,86 persen dengan melibatkan 15 tenaga kerja.

“Saat ini sudah memasuki minggu kelima dengan capaian progres hampir 15 persen. Kami beserta tim lapangam optimis masa 4 bulan waktu yang cukup dan optimis terselesaikan sebelum masa kontrak berakhir,” terang Ibnu Aditya.

Nantinya lanjut Ibnu, klinik tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang poli, ruang pemeriksaan, ruang sterilisasi, ruang pendaftaran, hingga loket obat.

Pengurus Kesehatan, Kesejahteraan, dan Sosial Pondok Pesantren Besuk, M. Fahmin Nabil atau yang akrab disapa Gus Nabil, mengatakan pembangunan klinik ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi para santri.

Menurutnya, selama ini santri yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit, sehingga keberadaan klinik pinpes yang sedang dalam pelaksanaan pembangunan ini memangkas waktu dan mempermudah akses layanan kesehatan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan Klinik Pesantren ini. Santri nantinya tidak perlu jauh-jauh ke fasilitas kesehatan hanya untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Terimah kasih kami sampaikan kepada pemerintah kabupaten Pasuruan,” ujar Gus Nabil.

Ia menjelaskan, dalam satu bulan pihak pondok bisa mengantar hingga sekitar 100 santri ke puskesmas maupun rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Dengan adanya klinik di lingkungan pondok, pelayanan kesehatan akan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien,” tambahnya.

Gus Nabil berharap keberadaan Klinik Pesantren Besuk menjadi percontohan bagi pengembangan layanan kesehatan berbasis pesantren di Kabupaten Pasuruan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan para santri melalui fasilitas yang lebih dekat dan memadai.

“Mudah-mudahan kedepan pemkab Pasuruan akan menambah dan membangun klinik-klinik di pondok pesantren lainnya,” pungkas Gus Nabil (Tya)