Reses di Pandaan, Andri Wahyudi Paparkan Rencana RS Wilayah Selatan dan Penguatan Layanan Kesehatan

Foto : Andre Wahyudi saat kegiatan reses di Pandaan

Pasuruan, Actanews.id – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi (AW), memanfaatkan reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, di Kecamatan Pandaan untuk menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Pasuruan di sektor kesehatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan rumah sakit di wilayah selatan guna memperluas pemerataan layanan kesehatan.

Menurut AW, keberadaan rumah sakit tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di kawasan pegunungan, seperti Purwosari dan sekitarnya, yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan di rumah sakit milik pemerintah daerah. “Kami berharap masyarakat di wilayah selatan nantinya bisa memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau,” kata AW, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan rumah sakit merupakan program strategis yang telah mendapat dukungan DPRD. Meski kemampuan anggaran daerah terbatas, pemerintah bersama DPRD telah menyepakati skema pembiayaan melalui pinjaman daerah agar pembangunan fasilitas pelayanan publik tetap berjalan.

Selain pembangunan rumah sakit, AW juga menyoroti peningkatan layanan hemodialisis (cuci darah). Menurutnya, jumlah pasien yang membutuhkan layanan tersebut terus meningkat, sementara kapasitas di RSUD Bangil dan RSUD Grati masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan meski telah dilakukan penambahan mesin.

“Antrean pasien cuci darah masih cukup tinggi. Karena itu kami terus mendorong penambahan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, persoalan kesehatan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan. Masyarakat berharap Program Universal Health Coverage (UHC) tetap dipertahankan agar warga kurang mampu tetap mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, AW menjelaskan bahwa pembiayaan UHC yang ditanggung pemerintah daerah saat ini diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5, sebagai penyesuaian terhadap kemampuan keuangan daerah.

Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan tetap menjadi salah satu fokus pembangunan di Kabupaten Pasuruan.(Tya)