opini  

Media Lokal Banyuwangi dan kontribusi Pada Kemajuan Daerah

Oleh : Joko Wiyono, S.H.  (Redaktur Actanews.id)

Banyuwangi, Actanews.id – Dalam pesatnya pembangunan Kabupaten Banyuwangi, ada satu peran penting yang kadang luput dari perhatian publik, yakni peran media lokal. Di tengah dominasi media nasional dan derasnya informasi digita /medsos, media daerah saya nilai justru menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan paling memahami persoalan nyata di lapangan. Wartawan media lokal lebih banyak melakukan liputan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi hingga ke pelosok daerah.

Di beberapa tahun terakhir, Banyuwangi dikenal sebagai daerah dengan perkembangan sektor pariwisata, infrastruktur, hingga pelayanan publik yang cukup pesat. Namun, pembangunan tidak cukup hanya dipublikasikan melalui seremoni dan pencitraan. Masyarakat juga membutuhkan keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran, progres proyek, masalah birokrasi hingga dampaknya terhadap warga. Di sinilah media lokal memiliki peran strategis sebagai pengawas sekaligus penyambung suara rakyat.

Media lokal Banyuwangi bekerja langsung di tengah masyarakat. Mereka hadir di desa-desa, mendengar keluhan warga soal jalan rusak, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga persoalan pendidikan. Informasi seperti ini kadang tidak menjadi perhatian media besar karena dianggap tidak memiliki nilai perhatian nasional. Padahal, justru persoalan daerah itulah yang paling dirasakan masyarakat setiap hari.

Sayangnya, hingga kini masih ada stigma bahwa media lokal hanyalah “pelengkap” dibanding media mainstream nasional. Banyak pihak lebih memilih media besar untuk publikasi kegiatan pemerintahan. Sementara media lokal yang setiap hari mengawal kebijakan daerah justru sering “dipinggirkan”.

Intinya, fakta di lapangan menunjukkan, media lokal memiliki kontribusi nyata terhadap transparansi pembangunan. Berbagai kritik terkait proyek infrastruktur, pelayanan publik, hingga kebijakan daerah sering pertama kali muncul dari pemberitaan media lokal. Fungsi kontrol sosial tersebut merupakan bagian penting dalam demokrasi yang sehat. Kritik seperti ini bukan bentuk perlawanan, melainkan bagian dari pengawasan publik agar pembangunan berjalan lebih baik dan tepat sasaran.

Di sisi lain, media lokal juga memiliki fungsi edukatif. Melalui pemberitaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, media membantu meningkatkan pemahaman publik tentang hak masyarakat, kebijakan pemerintah, serta pentingnya partisipasi warga dalam pembangunan daerah.

Karena itu, sudah waktunya semua pihak mengubah cara pandang terhadap media lokal. Profesionalisme media tidak diukur dari besar kecilnya perusahaan atau jumlah pengikut di media sosial, tetapi dari kualitas jurnalistik, keberanian menyampaikan fakta, dan komitmen menjaga kepentingan publik.

Kemajuan Banyuwangi tidak hanya dibangun oleh pemerintah dan investasi, tetapi juga oleh keterbukaan informasi serta pengawasan masyarakat yang sehat. Dan dalam hal itu, media lokal tetap menjadi salah satu pilar penting demokrasi daerah yang tidak boleh dipandang sebelah mata.