Foto : Ruslan Abdul Ghani
BANYUWANGI – Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya budaya berita instan, sosok wartawan lapangan yang tetap memegang teguh prinsip verifikasi kini semakin langka. Di Banyuwangi, nama Ruslan Abdul Gani dikenal sebagai salah satu jurnalis yang konsisten menjaga marwah profesi jurnalistik dengan keberanian, ketelitian, dan loyalitas terhadap fakta.
Sebagai wartawan di bawah naungan PT Brata Pos Media wilayah Banyuwangi, Ruslan dikenal bukan tipe pewarta yang mengejar sensasi tanpa dasar. Ia memiliki gaya wawancara yang lugas, kritis, dan langsung menyentuh inti persoalan. Di balik pembawaannya yang santai, tersimpan karakter jurnalis yang disiplin dalam memburu data serta tidak mudah menerima jawaban normatif.
“Saya percaya tugas wartawan bukan sekadar datang dan mencatat. Wartawan harus memastikan publik mendapatkan fakta yang utuh, bukan hanya pernyataan yang dibungkus rapi,” ujar Ruslan usai menjalankan tugas liputan, Minggu (17/5/2026).
Bagi Ruslan, wawancara bukan sekadar ruang basa-basi. Setiap pertanyaan harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Karena itu, sebelum bertemu narasumber, ia selalu menyiapkan data, dokumen pendukung, kronologi persoalan, hingga berbagai celah yang perlu dikonfirmasi secara mendalam.
Tak heran jika banyak narasumber awalnya merasa santai, namun perlahan mulai berhati-hati ketika sesi wawancara berlangsung. Pertanyaan Ruslan dikenal tajam karena dibangun di atas riset, fakta lapangan, dan konsistensi data.
Dengan satu pena di tangan, secangkir kopi di meja, serta catatan penuh kronologi, Ruslan menjadikan proses wawancara sebagai ruang untuk membongkar fakta yang kerap tersembunyi di balik pernyataan resmi.
“Kalau pertanyaan terasa tajam, itu karena ada kepentingan publik yang harus dijawab. Pembaca berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Selama menekuni dunia jurnalistik, Ruslan aktif menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari pemerintahan desa, pengelolaan anggaran publik, persoalan sosial masyarakat, hingga dinamika kebijakan daerah. Baginya, media harus hadir sebagai pengawas sosial yang berani menyampaikan fakta, sekalipun tidak selalu nyaman bagi pihak tertentu.
Menurutnya, jurnalisme yang kuat lahir dari keberanian turun langsung ke lapangan. Karena itu, Ruslan lebih memilih menemui warga di desa-desa, warung kopi, kawasan pesisir, hingga pelosok perkebunan demi mendengar suara masyarakat secara langsung.
“Cerita besar sering lahir dari obrolan kecil. Tugas wartawan adalah menangkap suara-suara yang selama ini tidak terdengar,” ungkapnya.
Sebagai putra daerah Banyuwangi, Ruslan memahami karakter sosial dan geografis wilayah yang menjadi medan liputannya. Pengalaman tersebut membuatnya lebih peka membaca persoalan yang berkembang di masyarakat, sekaligus memahami konteks di balik setiap peristiwa.
Di tengah derasnya arus media sosial yang serba cepat, Ruslan memilih tetap setia pada prinsip jurnalisme verifikasi. Baginya, kecepatan memang penting, namun akurasi jauh lebih menentukan kepercayaan publik terhadap media.
Ia menilai, tantangan terbesar wartawan saat ini bukan hanya mencari informasi, melainkan menjaga independensi dan keberanian di tengah derasnya opini yang dibangun tanpa data.
“Jurnalisme bukan soal siapa yang paling cepat bicara, tetapi siapa yang paling bertanggung jawab terhadap fakta,” tegasnya.
Di lingkungan internal PT Brata Pos Media, nama Ruslan Abdul Gani kini identik dengan liputan-liputan yang kritis, tajam, dan berorientasi pada kepentingan publik. Bagi banyak pembaca, kehadiran namanya dalam sebuah pemberitaan menjadi penanda bahwa isu tersebut layak mendapat perhatian dan pengawalan serius.
Dengan gaya kerja sederhana namun penuh ketelitian, Ruslan terus membuktikan bahwa kekuatan seorang wartawan tidak terletak pada kerasnya suara, melainkan pada keberanian bertanya serta keteguhan menjaga fakta.
Atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjalankan tugas jurnalistik, Pimpinan Redaksi PT Brata Pos Media, Dr. Zaibi Susanto, turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, selama bergabung bersama Brata Pos Media, Ruslan dikenal sebagai wartawan yang aktif, produktif, dan memiliki komitmen kuat terhadap kualitas pemberitaan.
“Ruslan merupakan salah satu wartawan yang memiliki semangat kerja tinggi dan konsisten menjaga prinsip jurnalistik. Banyak berita yang ia kirim ke meja redaksi memiliki kedalaman data, keberanian dalam mengangkat isu publik, serta tetap mengedepankan verifikasi,” ujar Zaibi.
Ia menambahkan, kontribusi Ruslan tidak hanya terlihat dari produktivitas pemberitaan, tetapi juga dari berbagai masukan yang diberikan demi perkembangan perusahaan dan kualitas redaksi.
“Kami berharap apa yang dilakukan Ruslan dapat menjadi contoh bagi wartawan lain, khususnya di bawah naungan PT Brata Pos Media. Wartawan harus berani turun ke lapangan, dekat dengan masyarakat, serta tetap menjaga independensi dan tanggung jawab terhadap fakta,” pungkasnya. (red)
