Hampir Tiga Minggu Sampah Tak Terangkut, Warga Desa Bunut Keluhkan Bau dan Ancaman Penyakit

MALANG – Sampah menjadi keluhan utama warga Desa Bunut, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Selama hampir tiga minggu terakhir, sampah – sampah warga tersebut tidak diangkut sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan penyakit.

Salah satu warga bunut Agus ketika ditemui media ini mengatakan, bahwa pengangkutan sampah yang biasanya dilakukan secara rutin kini terhenti. Menurutnya, tumpukan sampah di bank sampah maupun di depan rumah warga masih utuh dan belum disentuh petugas.

“Sebenernya ini masalah sampah mas, selama dua minggu dan hampir tiga minggu ini belum diambil. Perkiraan tiga mingguan sampah masih menumpuk, hingga saat ini bank sampah depan rumah warga masih utuh belum diambil mas,” ujar Agus, pada kamis, (7/5/2026).

Dia mengaku, belum mengetahui secara pasti apa kendala yang menyebabkan pengangkutan sampah tertunda begitu lama. Ia hanya berharap kondisi ini segera ditangani agar tidak berlarut-larut.

“Saya masih cari tahu permasalahannya apa, kok belum diambil sampah ini. Biasanya dalam satu minggu dua kali atau tiga kali diangkut, sekarang sudah lewat dari waktu itu,” tambahnya.

Lebih jauh, Agus menyampaikan kekhawatirannya terhadap kesehatan masyarakat. Tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan berbagai penyakit bagi warga sekitar.

“Kalau sampah ini menumpuk terus, kan nanti bisa menimbulkan penyakit di masyarakat. Jadi kami berharap segera diambil seperti biasanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bunut, Buchori, ketika dikonfirmasi terkait keluhan tersebut mengaku belum menerima laporan resmi dari warga.

“Sementara ini belum ada yang laporan, tapi yang lapor langsung diambil oleh Bu Elly (DLH UPT Tumpang),” jawab Buchori singkat melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari UPT DLH Tumpang atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang terkait alasan tertundanya dan pengangkutan sampah di wilayah tersebut.(XL)