opini  

Narasi Negatif Simulator Berkuda Dinilai Menyesatkan, LAKSI: Polri Butuh Modernisasi Latihan

Jakarta,  Actanews.id  – Polemik mengenai pengadaan alat simulator berkuda oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belakangan menjadi perbincangan publik. Namun sejumlah pihak menilai munculnya narasi negatif terkait pengadaan alat tersebut merupakan framing yang menyesatkan dan tidak didasarkan pada fakta yang utuh.

Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi, menilai isu yang menyebut pengadaan simulator berkuda sebagai pemborosan anggaran justru berpotensi menggiring opini publik yang keliru terhadap institusi kepolisian.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Azmi menegaskan bahwa alat simulator berkuda merupakan kebutuhan penting dalam menunjang pelatihan profesional bagi personel kepolisian yang bertugas di unit polisi berkuda.
“Simulator berkuda sangat dibutuhkan untuk melatih keseimbangan, ritme, serta teknik dasar berkuda bagi personel. Selain itu, penggunaan simulator juga dapat meminimalkan risiko cedera yang mungkin terjadi apabila latihan dilakukan langsung dengan kuda,” ujar Azmi.

Menurutnya, narasi yang menyebut pengadaan alat tersebut tidak penting merupakan opini yang tidak didukung data serta mengabaikan kebutuhan pelatihan modern dalam institusi kepolisian.

Azmi juga menambahkan bahwa penggunaan unit polisi berkuda masih dipertahankan di berbagai negara maju, meskipun teknologi kendaraan patroli telah berkembang pesat. Unit tersebut dikenal sebagai Mounted Police atau kavaleri kepolisian yang memiliki fungsi strategis, terutama dalam patroli kawasan tertentu dan pengendalian massa.

Beberapa negara yang masih mengoperasikan unit polisi berkuda antara lain Kanada melalui Royal Canadian Mounted Police, yang dikenal sebagai simbol kepolisian negara tersebut. Selain itu, Australia, Britania Raya, serta Amerika Serikat juga masih memanfaatkan unit berkuda untuk patroli, pengamanan acara publik, hingga pengendalian massa di ruang terbuka.

Di Britania Raya, misalnya, unit berkuda Metropolitan Police Mounted Branch telah beroperasi sejak abad ke-18 dan hingga kini masih aktif dalam pengamanan berbagai kegiatan publik di London.

Azmi menilai penggunaan simulator berkuda justru memberikan sejumlah keuntungan dalam proses pelatihan. Selain meningkatkan keamanan latihan, alat tersebut dinilai lebih efektif dan efisien karena tidak bergantung pada kondisi cuaca serta dapat menekan biaya operasional perawatan dan pelatihan kuda.
“Melalui simulator, personel dapat merasakan simulasi medan secara virtual sehingga kesiapan mental dan fisik mereka meningkat sebelum menggunakan kuda asli di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa modernisasi peralatan kepolisian merupakan langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sudah saatnya Polri memanfaatkan teknologi dan peralatan modern yang memang menjadi kebutuhan mendesak dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Modernisasi ini bertujuan menciptakan sistem keamanan yang responsif, profesional, dan humanis,” pungkas Azmi. (Tim)