Negara Hadir untuk Rakyat, Presiden Resmikan 218 Jembatan Serentak di Seluruh Indonesia

Banyuwangi,  Actanews.id  – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Presiden Republik Indonesia secara resmi meresmikan 218 jembatan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (09/03/2026), salah satunya Jembatan Perintis Garuda yang berada di Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi.

Peresmian jembatan tersebut sekaligus menghubungkan akses mobilitas warga di perbatasan Desa Seneporejo dan Desa Sambirejo, yang selama ini kerap mengalami kesulitan saat menyeberangi sungai. Acara peresmian yang dipusatkan di Dusun Krajan itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda Banyuwangi, di antaranya Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya dan Asisten Pemerintahan Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda.

Peresmian dilakukan secara daring melalui video conference yang terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia.
Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya menjelaskan, Jembatan Perintis Garuda merupakan jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 160 sentimeter yang dibangun melalui kerja keras tanpa henti.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan selama 24 jam setiap hari dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 41 hari. Hal ini terwujud berkat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat. Jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat, khususnya untuk mempermudah akses anak-anak sekolah dan para santri agar tidak lagi menempuh perjalanan jauh atau mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai,” ujar Letkol Tryadi.

Sementara itu, dalam sambutannya melalui video conference, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di Banyuwangi merupakan bagian dari program nasional pembangunan infrastruktur oleh TNI AD.

Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 218 jembatan telah berhasil diselesaikan dari target total 1.072 jembatan yang direncanakan di seluruh Indonesia.
“Pembangunan difokuskan pada wilayah terpencil dan daerah yang rawan bencana. Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga telah membangun 544 titik sumur bor serta fasilitas sanitasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Presiden Republik Indonesia dalam arahannya turut memberikan apresiasi kepada Satgas Jembatan Garuda serta seluruh jajaran TNI yang telah bekerja keras mewujudkan pembangunan tersebut. Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan juga membuka akses bagi pertumbuhan ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Kita tidak boleh berlindung di balik birokrasi yang lambat. Jembatan ini adalah langkah nyata dalam mengatasi kesulitan rakyat. Saya bangga TNI membuktikan dirinya sebagai Tentara Rakyat yang hadir di garda terdepan dalam membantu pembangunan,” ujar Presiden.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan pemotongan pita serta peninjauan langsung oleh para pejabat yang hadir. Dengan beroperasinya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, roda perekonomian lokal dapat berkembang lebih cepat, serta akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah Siliragung menjadi lebih aman dan muda (*)