Ribuan Jamaah Haji Pilih Nafar Awal untuk Hindari Panas Ekstrem di Mina

Mina, Actanews.id – Ribuan jamaah haji memadati area jamarat untuk melontar jumrah pada pagi hari setelah sholat Subuh, Selasa (18/6/2024) memulai Nafar Awal di tanggal 12 Dzulhijjah. Pilihan ini diambil sebagai respons terhadap cuaca ekstrem di Mina, yang suhunya hampir mencapai 50 derajat Celsius. Meskipun sehari sebelumnya sempat turun gerimis, panas tetap menyengat.

Diperkirakan sekitar 85 persen jamaah haji memilih Nafar Awal. Dari kloter SUB-58, sebanyak 280 jamaah memutuskan untuk mengikuti Nafar Awal, mayoritas dari mereka adalah lansia dan orang dengan risiko tinggi (risti). Mereka diangkut dengan dua bus secara bergantian (taraddudi), dengan petugas kloter yang juga dibagi menjadi dua kelompok: satu mengikuti Nafar Awal, dan yang lainnya Nafar Tsani.

Ketua Kloter SUB-58, Syafaat, menjelaskan bahwa ada dua rute yang bisa dilalui oleh jamaah: jalur pendek yang menuju lantai bawah, serta jalur atas yang melalui terowongan ke lantai 3 jamarat. “Sebagian besar jamaah memilih lewat terowongan karena relatif aman dan tidak mudah tersesat,” kata Syafaat.

Menurut dr. Hj. Zuwwidatul Husna dari kloter SUB-58, panasnya tenda di Mina menyebabkan banyak jamaah mengalami dehidrasi, sehingga disarankan untuk mengikuti Nafar Awal. Namun, beberapa jamaah masih memilih bertahan di tenda Mina untuk melanjutkan hingga Nafar Tsani, terutama mereka yang lebih muda dan ingin merasakan melontar jumrah hingga 13 Dzulhijjah.

Salah satu jamaah, Abdul Qodir dari Kloter SUB-58, menyatakan keinginannya untuk mengikuti Nafar Tsani karena mungkin ini adalah kesempatan satu-satunya baginya untuk melaksanakan ibadah haji sepenuhnya.

Baik jamaah yang melakukan Nafar Awal maupun Nafar Tsani, semuanya mendapat pelayanan penuh dari petugas. “Yang Nafar Awal juga mendapatkan snack untuk keperluan selama di hotel,” tambah Syafaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *