Actanews.id – Menjelang Idul Adha 1445 H/2024M, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, sambil mengajak warga menjaga kebersihan dan menggunakan wadah ramah lingkungan untuk membagikan daging kurban.
Inisiatif ini dilakukan oleh warga Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri Banyuwangi, yang gotong royong melakukan kurban di rumah Ir.Lilik Retno Wahyuningsih, atau yang akrab disapa Yuyun.
Yuyun, mantan Kepala Kelurahan Mojopanggung yang kini menjadi tokoh perempuan di dusun Ringin Anom, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, menyatakan bahwa Idul Adha tahun ini bukan hanya momen berbagi dengan sesama, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam upaya mengurangi sampah plastik, warga setempat menggunakan keranjang bambu beralas daun jati untuk membungkus daging kurban.
“Hari Raya Idul Adha tahun ini, kami berkurban satu ekor sapi. Daging kurban tersebut dibagikan ke warga sekitar, fakir miskin, dan kaum du’afa sebanyak 250 paket,” ujar Yuyun.
Selain berbagi daging, Yuyun juga mengedukasi warga tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. “Plastik kresek sulit diurai secara alamiah dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Dengan menggunakan keranjang bambu dan daun sebagai wadah daging kurban, kita bisa mengurangi sampah plastik dan melindungi alam,” tambah Yuyun.
Yuyun menekankan bahwa penggunaan plastik food grade memang lebih mahal, tetapi sangat penting untuk keselamatan pangan. Namun, mengurangi penggunaan plastik kresek adalah langkah kecil yang bisa dilakukan semua orang untuk membuat perubahan besar bagi lingkungan.
“Indonesia sudah darurat sampah plastik. Mari kita bersama-sama mengurangi penggunaan plastik, mulai dari diri sendiri,” ajak Yuyun.

Mbah Kusmi (85), seorang warga mengaku senang dengan inovasi ini. “Unik ya. Kalau dulu pakai tas kresek, sekarang pakai keranjang bambu alas daun. Ini bagus. Selain ramah lingkungan juga alami,” katanya.
Gerakan Kurangi Sampah Plastik yang digagas oleh Yuyun ini diharapkan bisa menginspirasi warga lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam momen-momen besar seperti Idul Adha.
Dengan langkah sederhana namun berdampak besar ini, Yuyun dan warga Cungking Mojopanggung telah menunjukkan bahwa berbagi kebaikan bisa dilakukan sambil menjaga kelestarian alam.
