SONGGON, BANYUWANGI – Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai pelaksanaan Upacara Purnawiyata SMP Negeri 1 Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Senin (1/6/2026). Sebanyak 249 siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi dilepas dalam sebuah prosesi yang menandai berakhirnya masa pendidikan mereka di jenjang sekolah menengah pertama.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMPN 1 Songgon tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain menjadi simbol kelulusan, purnawiyata juga menjadi refleksi perjalanan panjang para siswa dalam menempuh pendidikan selama tiga tahun terakhir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Babinsa Koramil 0825/20 Songgon, Serma Pujiyanto, yang mewakili Danramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko. Kehadiran Babinsa menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Acara diawali dengan penampilan Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi yang menjadi simbol pelestarian budaya daerah. Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlangsung dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, hingga prosesi penyerahan kembali siswa dari pihak sekolah kepada orang tua atau wali murid.
Momen haru semakin terasa saat dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan 249 siswa kepada wali murid. Prosesi tersebut menjadi tanda berakhirnya tanggung jawab pendidikan formal di tingkat SMP sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, para siswa juga menyerahkan bibit tanaman penghijauan kepada pihak sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Alumni SMPN 1 Songgon Angkatan ke-41 Tahun 2026 sebagai simbol komitmen para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan berkontribusi bagi masyarakat.
Purnawiyata tersebut dihadiri Kepala SMPN 1 Songgon, Martinus Briatmoko, S.Pd., jajaran dewan guru, Ketua Komite Sekolah, kepala sekolah dasar dari wilayah Songgon dan Sumberbulu, tokoh masyarakat, serta ratusan wali murid siswa kelas IX.
Danramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam berbagai kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI.
“Purnawiyata bukan sekadar perpisahan sekolah, melainkan perayaan masa depan bangsa. Kami hadir bukan karena kewajiban protokoler, tetapi karena TNI adalah bagian dari masyarakat. Setiap anak yang lulus hari ini merupakan harapan Indonesia di masa depan. Kami bangga dapat turut menyaksikan dan mendukung perjalanan mereka,” ujar Kapten Andoko.
Ia menambahkan, kemanunggalan TNI dan rakyat harus terus diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan sosial, pendidikan, maupun pembangunan wilayah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Koramil 0825/20 Songgon dalam momentum penting tersebut menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase kehidupan, termasuk dalam mengawal lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.
(Pendim 0825/Banyuwangi)
