Penuh Sedientasi dan Rumput Petani Bulusari Minta Pemkab Pasuruan Segera Normalisasi Saluran Awar – Awar Bukusari

Foto : Salah satu petani berharap dinas terkait segera normalisasi saluran Awar-Awar agar saluran irigasi kembali pulih

PASURUAN, Actanews.id – Kondisi Saluran Pembuang Awar-Awar Jembrung 1 di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dikeluhkan para petani setempat. Saluran sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut kini dipenuhi endapan lumpur dan ditumbuhi rumput liar sehingga menghambat kelancaran aliran air.

Kondisi tersebut membuat fungsi saluran pembuang tidak lagi optimal. Para petani pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan segera melakukan normalisasi dan pembersihan agar saluran dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Sejumlah petani yang ditemui di lokasi pada Sabtu (7/11/2026) mengatakan, saluran tersebut merupakan aset milik Pemkab Pasuruan. Namun, menurut mereka, sudah cukup lama tidak dilakukan penanganan maupun pembersihan secara menyeluruh.

Mereka menilai normalisasi perlu segera dilakukan, terutama dengan mengeruk endapan lumpur dan membersihkan rumput liar yang tumbuh di sepanjang saluran. Selain untuk memperlancar aliran air, langkah tersebut juga dinilai penting sebagai upaya antisipasi menghadapi musim hujan.

Kekhawatiran warga cukup beralasan. Jika kondisi saluran terus dibiarkan, kapasitas tampung dan kelancaran aliran air dikhawatirkan semakin berkurang. Akibatnya, air berpotensi meluap dan menggenangi kawasan permukiman di sekitar saluran.

Salah seorang petani, Seleman, berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan masyarakat dengan melakukan normalisasi.

“Kami berharap Pemkab Pasuruan segera melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan rumput liar agar aliran air di saluran pembuang ini kembali lancar. Apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan, sehingga perlu ada penanganan sebelum terjadi luapan air,” ujar Seleman.

Para petani berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Mereka menginginkan adanya penanganan nyata agar fungsi saluran pembuang kembali optimal, sehingga aktivitas pertanian dan lingkungan permukiman warga tidak terganggu saat curah hujan meningkat.(Tya)