Lapas Banyuwangi Deklarasikan Zona Integritas, Mantap Menuju WBBM

BANYUWANGI, Actanews.id  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi resmi memulai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Bertempat di Aula Sahardjo, seluruh jajaran Lapas Banyuwangi menggelar Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (04/02).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk konsistensi dan komitmen berkelanjutan. Sebelumnya, pada tahun 2023, Lapas Banyuwangi telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Dengan capaian tersebut, Lapas yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini kini bersiap meningkatkan standar pelayanan dan integritas untuk meraih predikat tertinggi, WBBM.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, memimpin langsung penandatanganan komitmen tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Predikat WBK telah kita raih, namun tantangan selanjutnya jauh lebih besar, yaitu WBBM. Tekad untuk meraih WBBM ini bukan hanya milik pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Wayan.

Ia juga menekankan agar seluruh pegawai tidak memandang pembangunan Zona Integritas sebagai formalitas administratif semata. Menurutnya, esensi ZI adalah terjadinya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta warga binaan.
“Hasil memang penting, tetapi bukan tujuan akhir. Proses dalam mencapai tujuan itulah yang harus kita perhatikan secara mendalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab Tim Kelompok Kerja (Pokja), melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pegawai. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan marwah institusi.
“Seorang pimpinan harus mampu menjadi role model atau teladan bagi seluruh jajaran dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” pungkasnya. (*)