Keris Indonesia Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia,Gelar Budaya Keris 2026 Hadir di Banyuwangi

Jakarta, Actanews.id  – Keris kembali menjadi sorotan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi tinggi. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol identitas budaya bangsa yang telah diakui dunia.

Menurut Fadli Zon, keris Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 25 November 2005. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa keris memiliki nilai budaya yang luar biasa dan menjadi bagian penting dari peradaban Nusantara.

“Keris adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui UNESCO. Ini bukan sekadar senjata, tetapi karya seni, filosofi, dan identitas bangsa,” ujar Fadli Zon.

Ia menjelaskan, terdapat tiga hal penting yang perlu dipahami masyarakat mengenai keris. Pertama, pengakuan internasional dari UNESCO yang menempatkan keris Indonesia dalam daftar warisan budaya dunia. Kedua, keris merupakan hasil karya seni tempa yang menunjukkan kecanggihan teknologi metalurgi para empu pada masanya. Beragam unsur seperti pamor, dapur, tangguh, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya menjadikan keris sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Ketiga, Fadli Zon mengajak generasi muda untuk terus mengenal, mempelajari, dan melestarikan keris sebagai bagian dari identitas bangsa. Upaya nguri-uri budaya dinilai penting agar keris tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan tidak kehilangan marwahnya sebagai warisan adiluhung Indonesia.

Keris Pusaka, Bukan Sekadar Benda Koleksi

Puluhan keris pusaka akan ditampilkan dalam Gelar Budaya Keris 2026 di Banyuwangi. Keris-keris yang dipamerkan bukanlah benda biasa. Masing-masing memiliki tangguh atau era pembuatan, dapur atau bentuk keris, luk maupun lurus yang dirancang oleh para empu, serta pamor yang sarat makna dan filosofi.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah Keris “Penakluk Cuaca” IKN, yang turut dipamerkan bersama sejumlah keris bersejarah lainnya. Kehadiran berbagai pusaka tersebut menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk melihat dari dekat kekayaan budaya yang selama ini banyak tersimpan di museum maupun koleksi pribadi.

Pameran Budaya yang Tak Pernah Padam

Gelar Budaya Keris 2026 merupakan bagian dari kampanye pelestarian warisan budaya Nusantara yang secara rutin diselenggarakan di Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap budaya keris yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain menikmati pameran, pengunjung dapat mengikuti sesi interaktif bersama kurator keris, berkonsultasi mengenai perawatan keris, serta mengamati secara langsung detail pamor yang memiliki keunikan dan makna tersendiri.

Budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Di tangan para penjaga tradisi seperti KRT Ilham Triadinagoro, keris dipandang bukan hanya sebagai pusaka, melainkan juga simbol harmoni, kebijaksanaan, dan kearifan leluhur.

Gelar Budaya Keris 2026

📅 Tanggal: 16–19 Juni 2026

🕙 Waktu: Mulai pukul 10.00 WIB

📍 Lokasi: Panji Blambangan Banyuwangi, Jalan A. Yani No. 78, Banyuwangi

Rangkaian Acara:

Jamasan Pusaka

Sertifikasi Keris

Pameran Keris

Konsultasi Perawatan Keris

Edukasi dan Dialog Budaya

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin mengenal dan mencintai keris sebagai warisan budaya bangsa yang telah mendapat pengakuan dunia. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, keris diharapkan tetap menjadi kebanggaan Indonesia dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.