Kebakaran Gudang Sabut Kelapa di Pendarungan Banyuwangi, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta

BANYUWANGI – Kebakaran melanda gudang pengolahan sabut kelapa Artefack Coco Project di Dusun Krajan, RT 003/RW 004, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (13/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp350 juta.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan kejadian pada pukul 10.54 WIB. Petugas berangkat empat menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 11.09 WIB. Proses pemadaman dimulai pukul 11.10 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 11.32 WIB. Petugas melanjutkan pendinginan serta pemeriksaan lokasi hingga seluruh penanganan selesai pukul 14.11 WIB.

Berdasarkan hasil asesmen awal, gudang tersebut telah berhenti beroperasi sejak Februari 2026. Namun, tumpukan sabut kelapa dan batok kelapa masih berada di dalam maupun di luar bangunan sehingga menjadi material yang mudah terbakar.

Kebakaran pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api pada tumpukan sabut kelapa dan batok kelapa di bagian depan gudang. Warga kemudian menghubungi perangkat desa dan melaporkan kejadian tersebut kepada Damkarmat Banyuwangi. Sembari menunggu petugas, masyarakat berupaya memadamkan api secara mandiri, tetapi kobaran api terus membesar dan merambat ke sisi kiri hingga bagian dalam gudang.

Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat mengerahkan personel, armada, serta peralatan pemadam. Tiga jalur selang berukuran 1,5 inci dengan tiga nozzle digunakan untuk menyemprotkan air ke titik-titik api.

Petugas bersama personel kepolisian dan warga juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah api merambat ke rumah penduduk yang berdekatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merobohkan pagar bambu di sisi kanan gudang guna membuka ruang pengamanan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan titik awal api berada di bagian depan sebelah timur gudang, tepatnya di dekat pagar dan tumpukan sabut kelapa serta batok kelapa. Di sekitar lokasi juga ditemukan rerumputan dan daun kering yang berpotensi mempercepat perambatan api.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah material dan peralatan usaha dilaporkan terbakar, meliputi sabut kelapa untuk produk cocofiber, cocopeat, dan coco bristle, mesin pengolahan, troli, serta material galvalum dan barang lainnya.

 

Damkarmat Banyuwangi menaksir kerugian materiil mencapai sekitar Rp350 juta. Sementara itu, aset senilai kurang lebih Rp250 juta berhasil diselamatkan. Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

 

Penanganan kebakaran melibatkan 15 personel Damkarmat Banyuwangi, termasuk unsur pimpinan dan petugas operasional, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar), kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Petugas memastikan proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi aman. (*)