Di Bulan Kemerdekaan, Prajurit Veteran Serka (Purn) Soeparman Dimakamkan Secara Militer di Banyuwangi

BANYUWANGI — Di tengah suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar TNI dan masyarakat Banyuwangi berduka. Serka (Purn) Soeparman, NRP 432886, meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026) pukul 02.40 WIB di kediamannya, Dusun Kampung Baru, Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Veteran TNI tersebut mengembuskan napas terakhir dalam usia 85 tahun setelah mengalami sakit. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, almarhum mendapat prosesi pemakaman secara militer.

Upacara persemayaman dilaksanakan di rumah duka pada pukul 12.20 WIB. Upacara dipimpin Kapten Inf Sabar Wiyono, Danramil 0825/03 Glagah, selaku Inspektur Upacara.

Usai prosesi persemayaman, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi. Di tempat tersebut, almarhum dimakamkan melalui upacara pemakaman militer yang berlangsung mulai pukul 13.15 WIB.

Prosesi pemakaman dipimpin Letda Kav Suparman, Pjs Danramil 0825/19 Sempu, selaku Komandan Upacara. Rangkaian upacara berlangsung khidmat, meliputi pembacaan riwayat hidup almarhum, apel persada, penghormatan pasukan, penurunan jenazah ke liang lahat, tabur bunga, hingga peletakan karangan bunga.

Semasa menjalankan tugas sebagai prajurit, Serka (Purn) Soeparman tercatat terlibat dalam sejumlah operasi militer. Di antaranya Operasi Trikora, Permesta di Sulawesi Utara/Minahasa, Mandala Irian Barat, Kahar Muzakkar, G30 Malang Selatan, Masohi, Dwikora Kalimantan Barat, serta CABA Timor Timur.

Atas dedikasi dan pengabdiannya, almarhum juga dianugerahi Tanda Jasa Satya Dharma Trikora pada 1962.

Dalam amanatnya, Dandim 0825/Banyuwangi menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Seluruh peserta upacara juga diajak untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Kepergian Serka (Purn) Soeparman di bulan kemerdekaan menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan pengabdian para prajurit kepada bangsa dan negara. Ketika Sang Saka Merah Putih tetap berkibar memperingati kemerdekaan, seorang prajurit telah menutup perjalanan tugasnya dengan meninggalkan jasa dan pengorbanan yang menjadi bagian dari sejarah pengabdian TNI.

Upacara pemakaman selesai sekitar pukul 13.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tertib. (*)