Sound Horeg Tak Ingin Dibawa ke Politik, Pengusaha Pasuruan: Kami Penyedia Jasa Hiburan

Foto : Owner RDA audio Rudi Hartono

Pasuruan, Actanews.id – Polemik munculnya kelompok relawan yang mengatasnamakan pengusaha sound horeg dan menyatakan dukungan politik untuk Pilpres 2029 mendapat respons dari pelaku usaha sound horeg di Pasuruan.

Owner RDA Audio, Rudi Hartono, meminta agar aktivitas usaha sound horeg tidak dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu. Menurutnya, setiap pengusaha memiliki hak menentukan pilihan politik secara pribadi, tetapi tidak semestinya membawa nama seluruh pelaku usaha sound horeg.

Pernyataan tersebut merespons munculnya Relawan Gibran Penerus Jokowi (GPJ), yang sebelumnya bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Kelompok GPJ disebut beranggotakan sejumlah pengusaha sound horeg, khususnya dari Jawa Timur, dan disiapkan untuk menghadapi Pilpres 2029.

Rudi menilai dukungan yang disampaikan oleh kelompok tertentu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh pengusaha sound horeg memiliki sikap politik yang sama.
“Kalau mau berpolitik secara pribadi silakan. Tapi jangan mengatasnamakan komunitas atau pengusaha sound horeg secara umum,” kata Rudi.

Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha sound horeg lebih memilih fokus menjalankan pekerjaan mereka sebagai penyedia jasa hiburan. Mereka melayani berbagai kegiatan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik konsumennya. “Sound horeg itu kreasi. Siapa yang mau menyewa jasanya, kami sebagai penyedia jasa,” ujarnya.

Rudi menyebut sikap untuk tidak membawa sound horeg ke ranah politik juga disuarakan sejumlah pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Gresik dan Banyuwangi.

Apabila memang ada pengusaha yang ingin terjun ke dunia politik, lanjut Rudi, hal tersebut merupakan hak masing-masing individu. Namun, pilihan tersebut sebaiknya tidak diklaim sebagai representasi seluruh pengusaha sound horeg.
“Kalau mau berpolitik pribadi, silakan. Tetapi jangan kemudian membawa nama pengusaha sound horeg secara keseluruhan,” tegasnya.

Rudi berharap sound horeg tetap berkembang sebagai bagian dari usaha jasa hiburan masyarakat. Menurutnya, keberadaan sound horeg selama ini dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, baik acara tahunan maupun kegiatan masyarakat lainnya.

Ia juga memastikan pelaku usaha sound horeg tetap terbuka memberikan layanan kepada masyarakat tanpa memandang pilihan politik.
“Siapa pun presidennya, kalau mau nge-job hiburan sound horeg, kami siap,” pungkasnya.(Tya)