Agus Flores Soroti Tambang Pasir dan Solar Ilegal di Jatim, Pertanyakan Siapa yang Membiarkan Beroperasi

Jakarta – Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menyoroti masih maraknya aktivitas tambang pasir dan peredaran solar ilegal di sejumlah wilayah Jawa Timur. Ia mempertanyakan pihak yang diduga memberikan ruang sehingga praktik ilegal tersebut masih dapat beroperasi.

Saat ditemui di Mabes Polri, Senin (15/6/2026), Agus menegaskan bahwa aparat penegak hukum di daerah semestinya mengetahui keberadaan aktivitas ilegal yang berlangsung di wilayahnya.

“Siapa yang suruh mereka beroperasi? Jika masih ada tambang pasir dan solar ilegal di Jawa Timur, laporkan kepada saya,” tegas Agus Flores.

Menurutnya, aktivitas berskala besar seperti tambang pasir ilegal maupun distribusi solar ilegal sulit dilakukan tanpa diketahui aparat setempat.

“Masa Kapolsek dan Kapolres tidak tahu. Kalau masih ada yang beroperasi, itu persoalan yang aneh,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pertanyaan wartawan terkait dugaan masih berlangsungnya aktivitas tambang dan distribusi BBM ilegal yang belum tersentuh penindakan hukum secara maksimal.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menjelaskan agenda kunjungannya ke Mabes Polri, yakni melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan sejumlah pejabat utama Polri sekaligus membahas persiapan kegiatan Shalawat Akbar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Pengurus PW FRN.DPC.Banyuwangi, Martha dan Hadi Sucipto
Pengurus PW FRN.DPC.Banyuwangi, Martha dan Hadi Sucipto

Ia diketahui bertemu dengan jajaran Kabareskrim Polri, Divisi Propam Polri, serta Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri.

Agus berharap masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan praktik tambang maupun BBM ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Kalau ada informasi dan bukti, laporkan. Jangan biarkan aktivitas ilegal merugikan negara dan masyarakat,” pungkasnya. (*)