Foto : Proses pengerjaan lantai kerja ruas Kesungnamteng-Wonokerto.
Pasuruan, Actanews.id – Pemeliharaan berkala ruas jalan Kedungbanteng, Kecamatan Rembang, menuju Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai menunjukkan progres positif. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
Tokoh masyarakat Rembang sekaligus anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Nurul, mengaku intens memantau pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan rigid beton yang menjadi penanganan utama ruas jalan tersebut dikerjakan sesuai mutu teknis dan ketentuan kontrak.
“Saya hanya memantau pekerjaan. Sebagai wakil rakyat, saya ingin memastikan pekerjaan rigid beton ini benar-benar sesuai mutu teknis, berkualitas dan selesai sesuai jadwal kontrak, sehingga segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Nurul.
Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu jalur penghubung antarkecamatan. Selain menghubungkan wilayah Rembang dan Sukorejo, akses tersebut juga memiliki keterkaitan dengan mobilitas masyarakat menuju wilayah Kecamatan Kraton.
“Jalan ini cukup strategis karena menghubungkan beberapa kecamatan. Masyarakat Rembang, Sukorejo, bahkan dari wilayah Kraton juga banyak yang menggunakan akses ini,” jelasnya.
Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori atas upaya peningkatan infrastruktur jalan.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Shobih Asrori yang sudah memberikan perhatian dan melakukan perbaikan jalan ini. Mudah-mudahan pekerjaan berjalan lancar dan hasilnya benar-benar berkualitas,” katanya.
Diketahui, sebelum mendapatkan penanganan melalui pemeliharaan berkala, ruas jalan tersebut sebelumnya pernah dilakukan pengaspalan menggunakan hotmix. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan tersebut bahkan telah berlangsung sejak sekitar 2018 dan semakin memburuk karena ruas jalan menjadi salah satu akses utama masyarakat.
Sementara itu, pelaksana pekerjaan dari PT Adika Raya Persada, M Raafi, mengatakan kegiatan pemeliharaan berkala berupa penanganan badan jalan telah berjalan selama beberapa minggu.
Menurutnya, pekerjaan utama berupa pengecoran rigid beton belum dimulai. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengerjaan lantai kerja sebagai lapisan dasar sebelum pengecoran rigid beton utama.
“Saat ini masih tahap pengerjaan lantai kerja atau bahan dasar sebelum rigid beton utama digelar. Hari ini sudah mencapai 110 meter gelaran lantai kerja atau lapisan dasar dari STA nol,” ujar M Raafi, Jumat (11/9) sore.
Raafi menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan berkala ruas Kedungbanteng (Rembang)-Wonokerto (Sukorejo) memiliki panjang penanganan sekitar 1.888 meter dengan lebar jalan 4 meter.
Ia menyebut pelaksanaan pekerjaan sejauh ini relatif berjalan tanpa kendala berarti. Kondisi cuaca yang mendukung juga turut membantu proses pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, tim pelaksana menghadapi tantangan berupa kondisi medan dan kontur tanah yang berbeda-beda.
“Hanya terkendala medan dengan kontur tanah yang berbeda dari daerah lain. Saat usai pemadatan kita lakukan penyiraman, malah jalannya licin,” jelasnya.
Hingga Jumat (11/9), progres pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut telah mencapai sekitar 18 persen. Pihak pelaksana berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga penanganan badan jalan segera memasuki tahap rigid beton utama dan dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak.(Tya)
