Pemkab Pasuruan Benahi Wisata Religi Segoropuro, Pagar Batas 160 Meter hingga Spot Ikonik Disiapkan

Foto : Penggalian pondasi pembangunan pagar wisata religi Segoropuro

PASURUAN, Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus melakukan pembenahan di kawasan Wisata Religi Segoropuro, Kecamatan Rejoso. Penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat identitas kawasan sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari W., melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Nuswantoro, mengatakan pembenahan difokuskan pada sejumlah bagian kawasan yang membutuhkan perbaikan.

Salah satu pekerjaan utama adalah pembangunan pagar batas kawasan sepanjang sekitar 160 meter. Pekerjaan pagar tersebut mendapat porsi terbesar, yakni sekitar 80 persen dari keseluruhan pekerjaan.

“Sekitar 80 persen pekerjaannya di pagar batas. Memang yang diminta yayasan karena kondisi pagar batas banyak yang rusak dan sebagian roboh,” ujar Nuswantoro.

Selain pembangunan pagar, Pemkab Pasuruan juga melakukan penataan sejumlah titik kawasan untuk memperkuat karakter dan identitas Wisata Religi Segoropuro. Sejumlah elemen ikonik dan spot pencahayaan atau lighting disiapkan, termasuk titik foto yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Nuswantoro menegaskan, penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter Segoropuro sebagai kawasan wisata religi. Pembenahan fasilitas diharapkan tidak menghilangkan nilai-nilai religi yang selama ini menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.

Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan mencatat, sepanjang 2025 sedikitnya 68.188 wisatawan berkunjung ke Wisata Religi Segoropuro. Sementara itu, hingga Juni 2026 jumlah kunjungan telah mencapai 80.889 wisatawan.

Tingginya jumlah kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Segoropuro memiliki daya tarik yang cukup kuat sebagai tujuan wisata religi. Karena itu, peningkatan sarana dan penataan kawasan dinilai penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk berziarah maupun mengikuti kegiatan keagamaan.

Meski demikian, angka kunjungan tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan pembenahan. Penataan lebih diarahkan untuk memastikan kawasan memiliki fasilitas pendukung yang memadai, tertata, aman, dan representatif bagi para pengunjung.

Sementara itu, Tito, perwakilan CV Mahardika selaku pelaksana kegiatan, mengatakan pekerjaan di lapangan telah mulai dilakukan. Tahap awal berupa pembersihan lahan hingga penggalian untuk pondasi pagar pembatas sepanjang 160 meter telah dikerjakan.

“Sekarang kegiatan sudah berjalan. Mulai pembersihan lahan hingga penanganan penggalian pondasi sudah kami lakukan. Insyaallah selesai dalam waktu tiga bulan sesuai jadwal kontrak,” kata Tito.

Dengan adanya pembenahan tersebut, Pemkab Pasuruan berharap Wisata Religi Segoropuro semakin nyaman, tertata, dan representatif. Selain mendukung aktivitas wisata religi, penataan ini juga diharapkan mampu memperkuat keberadaan Segoropuro sebagai salah satu destinasi religi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan. (Tya)