Foto : Bukti Transfer dari Ari
MALANG — Maraknya dugaan penipuan berkedok jual beli di media sosial kian meresahkan masyarakat. Mereka lihai menyusun skema agar korban percaya dan mentransfer sejumlah uang tanpa menerima barang.
Salah satu korbannya adalah seorang warga Malang bernama Ari, pada Sabtu (22/8/2026). Ia mengaku tertipu oleh kelompok yang mengaku menjual PlayStation.
Menurut Ari kepada media, modus yang digunakan pelaku dilakukan secara berkelompok oleh tiga orang dengan peran berbeda: penjual, staf J&T Express, dan kurir. Ketiganya menggunakan nomor telepon yang berbeda.
Ari menerangkan, awalnya ia sepakat mengenai harga barang dengan pihak penjual. Namun, transaksi tidak dilakukan secara langsung. Pihak yang mengaku sebagai staf J&T Express di Genteng, Surabaya, atas nama ZA justru menyarankan agar uang tersebut dikirimkan terlebih dahulu supaya pengiriman bisa segera diproses dan datanya diperbarui.
“Saya tidak berani membayar kalau tidak ada jaminan,” ungkap Ari.
Merespons keberatan Ari, pihak yang mengaku sebagai ZA kemudian melakukan panggilan video melalui WhatsApp dan mengirimkan foto kartu identitas sebagai bukti keabsahan. Karena merasa sudah diyakinkan, Ari akhirnya mentransfer sejumlah uang tersebut.
Setelah pembayaran dilakukan, muncul sosok yang mengaku sebagai kurir dan menghubungi Ari untuk memantau lokasi pengiriman, menyebutkan barang akan berangkat sekitar pukul 16.00 WIB sore.
“Namun hingga malam tiba, barang tidak kunjung sampai. Saat Ari mencoba menghubungi kembali, nomor telepon para pelaku sudah tidak aktif.
“Sungguh naas, butuh barang justru malah tertipu. Barang tidak ada, uang pun hilang,” keluh Ari dengan nada kecewa.
Ia juga melihat banyak kasus serupa terjadi di media sosial, di mana pelaku tampak leluasa beroperasi meski wajahnya terlihat jelas.
“Saya sering lihat di sosial media banyak yang tertipu, tapi mereka seolah aman-aman saja. Padahal wajah pelakunya terlihat jelas, kenapa belum ada yang ditangkap? Saya heran,” ujar Ari.
Dia berharap, pemberitaan ini dapat menjadi informasi sekaligus pengingat bagi masyarakat, sehingga kasus serupa tidak menimpa orang lain.
“Semoga dengan adanya berita ini, pihak Aparat Penegak hukum (APH) bisa memproses hukum para pelaku, meskipun belum ada yang melaporkan. Kasihan kalau ada korban lain yang ikut tertipu,” tegas Ari seorang korban.
Hingga berita ini di rilis awak media akan terus berupaya konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak terkait lainnya. (XL)
