BANYUWANGI – Upaya menjaga produktivitas pertanian terus dilakukan melalui sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, dan masyarakat. Babinsa Desa Ringintelu, Koramil 0825/19 Bangorejo, Serka Made Wahyu, turun langsung mendampingi petani dalam Gerakan Pengendalian Hama Tikus yang dilaksanakan di area persawahan Kelompok Tani (Poktan) Sinta II, Dusun Yudomulyo, RT 003/RW 003, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk menekan serangan hama tikus yang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman padi hingga gagal panen. Kehadiran Babinsa di tengah para petani menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat untuk bergotong royong menjaga hasil pertanian.
Gerakan pengendalian hama tersebut juga melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bangorejo. Koordinator BPP Bambang bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Ringintelu, Didin Y., memberikan pendampingan teknis mengenai metode pengendalian hama yang efektif, aman, dan ramah lingkungan.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang pematang dan saluran irigasi untuk mengidentifikasi sarang tikus serta titik-titik yang berpotensi menjadi pusat perkembangbiakan hama. Selain itu, petani juga diberikan praktik langsung mengenai teknik pemasangan umpan dan langkah-langkah pengendalian yang tepat guna meminimalkan serangan pada masa pertumbuhan tanaman padi.
Di sela kegiatan, Serka Made Wahyu tampak aktif berdialog dengan Ketua Poktan Sinta II, A. Yasin, dan para petani. Ia tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga memastikan distribusi sarana pengendalian berjalan dengan baik serta ikut memeriksa lubang-lubang aktif di area persawahan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga hasil panen petani. Dengan kerja sama yang solid antara TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, kami optimistis serangan hama tikus dapat ditekan sehingga produktivitas padi tetap terjaga,” ujar Serka Made Wahyu.

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Setelah aksi di lapangan, seluruh peserta menggelar diskusi bersama di gubuk pertemuan kelompok tani guna mengevaluasi hasil kegiatan serta menyusun langkah lanjutan dalam pengendalian hama secara berkelanjutan. **)
