Wujud Toleransi dan Kebersamaan, Babinsa Bersama Tiga Pilar Amankan Upacara Piodalan di Watukebo

Blimbingsari – Semangat toleransi dan kebersamaan kembali terlihat di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari. Dalam rangka memberikan rasa aman dan menjaga kondusivitas wilayah, Babinsa Koramil 0825/12 Rogojampi bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan pengamanan kegiatan keagamaan Piodalan umat Hindu yang berlangsung di Dusun Amerthasari, Senin (15/06/2026).

Pengamanan dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 11.50 WIB, dengan fokus kegiatan di Krematorium Pura Dalem Banjar Adat Amerthasari, Desa Watukebo. Kehadiran aparat keamanan dan unsur terkait menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Upacara keagamaan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi I Gede Sudro Wicano, Pemangku Adat Dusun Amerthasari Made Swerden, Kepala Dusun Amerthasari Ida Ayu Windria Prabandari, Babinsa Desa Watukebo Sertu Widi Hidayat, Babinpotmar Desa Watukebo Sertu Choirul Anam, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pecalang, dan sekitar 200 umat Hindu setempat.

Rangkaian Piodalan diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Dalem. Selanjutnya, seluruh jemaat melaksanakan prosesi berjalan kaki menuju Pura Taman untuk mengambil Air Suci. Setelah prosesi tersebut selesai, rombongan kembali ke Pura Dalem Banjar Adat Amerthasari untuk melaksanakan persembahyangan penyerahan Air Suci sebagai puncak ritual keagamaan.

Di sela kegiatan, Babinsa Desa Watukebo Sertu Widi Hidayat menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk komitmen dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan prosesi berjalan kaki warga umat Hindu dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Sinergi yang terjalin antara Babinsa, Babinpotmar, perangkat dusun, serta pengamanan internal dari pecalang terbukti mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian upacara Piodalan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat.