BANYUWANGI, Actanews.id – Kodim 0825/Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Dipimpin langsung oleh Danramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, jajaran TNI terjun langsung melaksanakan Karya Bakti TNI di Dusun Krajan, Desa Songgon, Banyuwangi, Senin (11/5/2026).
Sejak pagi hari, suasana Dusun Krajan tampak berbeda. Embun yang masih menyelimuti desa menjadi saksi dimulainya gerakan gotong royong besar dalam renovasi Masjid Nurul Islam. Tepat pukul 07.00 WIB, usai apel bersama yang dipimpin Pasiter Kodim 0825/Banyuwangi, Kapten Inf Sumantri, para prajurit bersama warga langsung bergerak mengangkat material bangunan, memperbaiki pondasi, hingga merapikan bagian dinding masjid.
Program yang mengusung tema “Karya Bakti TNI Menguatkan Ketahanan Wilayah untuk Mewujudkan Indonesia Maju” ini menjadi bukti bahwa keberadaan TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga hadir membantu kebutuhan masyarakat secara langsung. Renovasi Masjid Nurul Islam bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kuatnya sinergi antara aparat teritorial dan rakyat.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh personel Koramil 0825/20 Songgon bersama unsur Koramil dari Srono, Rogojampi, Singojuruh, Kabat, hingga Sempu. Turut hadir pula Pelda Arif selaku Bati Bakti TNI Staf Teritorial Kodim 0825/Banyuwangi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
Kepala Desa Songgon, Moh. Qoderi, juga hadir mendampingi kegiatan sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap program kemasyarakatan TNI. Kehadiran aparat desa, warga, dan prajurit dalam satu barisan memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Banyuwangi.
Menurut Kapten Inf Sumantri, Karya Bakti TNI merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan teritorial yang humanis. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, TNI ingin membangun kepercayaan serta mempererat hubungan emosional antara prajurit dan rakyat.
“Ketahanan wilayah tidak hanya dibangun dengan kekuatan militer, tetapi juga melalui kedekatan sosial, kepedulian, dan kerja bersama masyarakat,” tegasnya.
Hari pertama pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa hambatan berarti. Program renovasi yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut akan terus mendapat pengawasan dan pendampingan dari jajaran Kodim 0825/Banyuwangi hingga selesai.
Masjid Nurul Islam kini bukan hanya menjadi pusat ibadah masyarakat Dusun Krajan, tetapi juga menjadi simbol nyata hadirnya TNI sebagai bagian dari rakyat. Di setiap adukan semen dan susunan bata, tersimpan pesan kuat bahwa menjaga negeri tidak selalu dilakukan dengan senjata, melainkan juga lewat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat.
~ Kodim Banyuwangi Semakin Produktif ~
