BANYUWANGI. ACTANEWS.ID – Berbagai inovasi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi dari United Nations Development Programme (UNDP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak di bidang pembangunan. UNDP bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan sejumlah program inovatif tersebut.
Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, hadir langsung ke Banyuwangi bersama tim dari Kementerian Koordinator Pangan. Mereka bertemu dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Selasa malam (31/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ipuk memaparkan berbagai program unggulan Banyuwangi. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pengembangan pertanian organik, hingga penguatan kelembagaan nelayan.
Sujala Pant mengaku telah lama mendengar berbagai capaian Banyuwangi yang dinilai inovatif serta selaras dengan program prioritas nasional. Banyuwangi juga dinilai berpengalaman dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beragam program seperti pengelolaan persampahan, ekonomi sirkular, hingga transformasi digital menjadi perhatian UNDP. Bahkan, Banyuwangi telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional.
“Saya melihat banyak peluang di Banyuwangi yang sejalan dengan prioritas UNDP dan visi Ibu Bupati. Terlebih Banyuwangi sudah terbiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan daerah,” ujar Sujala.
Salah satu contoh kolaborasi yang telah berjalan adalah pengelolaan TPS3R yang melibatkan kerja sama dengan Norwegia dan Uni Emirat Arab, serta penanganan sampah laut bersama Sungai Watch.
Pemkab Banyuwangi juga dinilai mampu mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam pembangunan.
Dalam diskusi tersebut, Sujala menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Banyuwangi.
“Banyak hal yang selaras antara prioritas UNDP dan visi Ibu Bupati, seperti pengembangan SDM berkelanjutan, peningkatan peluang ekonomi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Ipuk menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Banyuwangi selalu terbuka terhadap kerja sama demi mendorong kemajuan daerah.
“Kami sangat terbuka. Selama ini kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan di daerah,” kata Ipuk.
Ipuk juga memaparkan sejumlah program unggulan lainnya, seperti Banyuwangi Hijau dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, program UMKM Naik Kelas untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta berbagai program penanggulangan kemiskinan berbasis partisipasi masyarakat. (*)
