Malang, Actanews.id – kegiatan Peningkatan Layanan Dinas Pendidikan melalui Program Dispendik On The Road (DOR). Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, membuka acara pada Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Pakisaji, Selasa (03/03).
Kegiatan yang berlangsung, dihadiri Kepala Sekolah SD, SMP, dan SATAP Negeri se-Kecamatan Pakisaji serta Bendahara BOS dan Operator Dapodik. Program DOR merupakan langkah jemput bola Dinas Pendidikan untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Malang.
Jadwal program DOR menyasar pada 33 kecamatan di Kabupaten Malang dan telah dimulai sejak 18 Februari 2026 di Kecamatan Pagelaran. Hingga kini, kegiatan telah memasuki pelaksanaan keempat setelah sebelumnya digelar di Pagelaran, Wagir, dan Tajinan.
Dalam sambutannya Kadisdik menegaskan, bahwa DOR bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan upaya mendekatkan layanan, membuka ruang dialog, serta memperkuat pembinaan ASN di lingkungan pendidikan.
“Kita datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menata sekolah bersama dengan hati dan integritas,” tegasnya.
Dia juga menekankan, pentingnya perbaikan tata kelola Dana BOS dan pembaruan data Dapodik yang akurat serta berintegritas. Pengelolaan anggaran dan data, menurutnya, harus dilakukan sesuai regulasi dan tidak dimanipulasi demi kepentingan tertentu.
“Kita ingin tata kelola BOS diperbaiki, data Dapodik dirapikan. Integritas harus dijaga,” pungkasnya.
kepala Dinas Pendidikan berdiskusi langsung dengan kepala sekolah dan operator terkait mekanisme BOS dan Dapodik, termasuk persoalan cut-off data, pengangkatan guru non-ASN, serta pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.tegas dalam berdialog.
Ia mengakui dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari regulasi pemerintah pusat yang ketat hingga keterbatasan anggaran daerah. Belanja pegawai Kabupaten Malang, lanjutnya, saat ini telah melampaui batas ideal dan harus disesuaikan dengan ketentuan maksimal 30 persen dari APBD paling lambat tahun 2027.
“Kita berjalan di lorong yang sempit. Di satu sisi regulasi ketat, di sisi lain ekspektasi masyarakat tinggi. Karena itu kita harus bersinergi dan fleksibel mengikuti aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Malang juga mendorong peningkatan mutu akademik siswa serta penguatan karakter agar generasi Kabupaten Malang mampu bersaing. Dia menegaskan pentingnya perencanaan yang matang melalui ARKAS, pengelolaan BOS yang tepat, serta kepemimpinan kepala sekolah yang kuat.
“Tidak ada Superman. Yang ada adalah superteam. Pendidikan ini harus dibangun bersama,” pungkasnya.
Kegiatan DOR di Kecamatan Pakisaji diharapkan semakin memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta budaya kerja berintegritas demi terwujudnya layanan pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Malang.(XL)
