Banyuwangi, Actanews.id – Di bawah sinar bulan purnama, tepat pada malam ke-15 penanggalan Jawa, di hari Rabu (18/9/2024), ratusan tetangga, kerabat, serta budayawan berkumpul untuk mengikuti peringatan tujuh hari wafatnya Maestro Seni Banyuwangi, S. Yadi bin Kusnan. Acara tahlilan berlangsung khidmat di rumah sekaligus sanggar tempat S. Yadi K. berkarya semasa hidupnya, di lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.
Ratusan pelayat, mulai dari seniman hingga kolega budaya, turut hadir untuk mengirim doa bagi almarhum. Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Hasan Basri, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi jalan bagi arwah almarhum ditempatkan di sisi terbaik-Nya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT. Almarhum adalah sosok yang sederhana, tetapi memberikan kontribusi luar biasa untuk seni dan budaya di Banyuwangi,” ujar Hasan Basri dengan penuh haru.
Menurut Hasan, S. Yadi K. tidak hanya berperan besar dalam pengembangan seni di satu bidang, tetapi juga dari berbagai aspek lainnya. Bahkan menjelang akhir hayatnya, almarhum tetap semangat berkomunikasi dengan generasi penerus, baik dari Banyuwangi maupun daerah lain.
“Beliau patut menjadi teladan bagi kita semua, khususnya seniman dan budayawan di Bumi Blambangan. Jasa-jasanya akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” lanjut Hasan.
Tahlilan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan doa yang dipimpin oleh Fatah Yasin Noor, salah satu murid almarhum. Dalam pesannya, Fatah menggambarkan S. Yadi K. sebagai guru yang penuh dedikasi, yang selalu peduli pada perkembangan generasi muda.
“Beliau adalah inspirator bagi kami semua. Karyanya mendunia, bahkan mengisi Istana Presiden. Semoga wafatnya beliau memotivasi kita semua untuk terus melahirkan generasi penerus,” ucap Fatah.
Di akhir acara, doa dipanjatkan agar amal baik Sang Maestro diterima oleh Allah SWT, dan semangat kebudayaan yang diwariskannya terus hidup di tengah masyarakat Banyuwangi.

Selamat jalan, Sang Maestro. Karyamu akan selalu dikenang, dan semangatmu akan terus hidup dalam jiwa-jiwa muda yang kau bimbing. (Ilham)
