Panen Raya Awal 2026, Produksi Padi Banyuwangi Tembus 160 Ribu Ton

BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Memasuki panen raya padi masa tanam pertama (MT1) periode Januari–Maret 2026, produksi padi di wilayah ini mencapai 160.239 ton dari total luas lahan 24.652 hektare.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang dinilai cukup menggembirakan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi tetap menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Hasil panen para petani juga tergolong baik,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Panen raya tersebut berlangsung di hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi, termasuk salah satunya di wilayah Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, yang menjadi salah satu sentra produksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan bahwa produktivitas padi petani di daerah ini rata-rata mencapai 6,8 hingga 7 ton per hektare.

“Rata-rata produktivitas petani berada di kisaran 6,8 sampai 7 ton per hektare. Kami terus mendorong peningkatan produktivitas ini melalui berbagai program pendampingan,” jelasnya.

Capaian tersebut memperkuat tren positif sektor pertanian Banyuwangi. Pada tahun 2025 lalu, total produksi beras daerah tercatat mencapai 546.923 ton dengan surplus sebesar 383.258 ton setelah dikurangi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kami optimistis tahun ini Banyuwangi kembali mencatat surplus produksi, karena trennya setiap tahun selalu surplus,” tambah Danang.

Dengan capaian ini, Banyuwangi diharapkan terus berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat regional maupun nasional.