Hadiri Sidang Komisi Perempuan PBB Tahun 2024, “Aisyiyah Suarakan Kesejahteraan Kelompok Perempuan Marginal

Actanews.id – Dalam acata Sidang Komisi Perempuan PBB ke-68 tahun 2024, ‘Aisyiyah, sebuah organisasi perempuan terkemuka di Indonesia (Muhammadiyah), telah mengambil langkah proaktif untuk memberikan suara bagi kesejahteraan kelompok perempuan marginal. Sidang Komisi Perempuan PBB atau Commission on the Status of Women (CSW) merupakan forum penting yang membahas isu-isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pada acara yang berlangsung dari 11 hingga 22 Maret 2024 di New York, Amerika Serikat, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, dan Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, bersama KOWANI (Koalisi Perempuan Indonesia) turut serta dalam diskusi dan pertemuan penting ini.

CSW ke-68 kali ini mengangkat tema utama, “Accelerating the achievement of gender equality and the empowerment of all women and girls by addressing poverty and strengthening institutions and financing with a gender perspective.”

Tri Hastuti menggarisbawahi urgensi penanggulangan kemiskinan sebagai akar dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perempuan, termasuk masalah perkawinan anak. ‘Aisyiyah dengan tegas mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan. Dalam salah satu side event yang diselenggarakan oleh KOWANI di CSW 68, Tri Hastuti menyoroti pentingnya dukungan terhadap kelompok perempuan yang paling marginal di Indonesia, seperti kelompok petani dan nelayan.

“Aisyiyah secara khusus membahas tentang bagaimana kita dapat mendukung kelompok perempuan yang paling marginal di Indonesia, yaitu kelompok petani dan nelayan. Kami berharap agar isu ini mendapat perhatian serius,” ungkap Tri.

Kehadiran ‘Aisyiyah dalam Sidang Komisi Perempuan PBB tahun ini menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua. Dengan pengalaman dan kepedulian mereka, ‘Aisyiyah terus menjadi suara yang berarti dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan kesejahteraan perempuan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *