BANYUWANGI – Kebakaran melanda dapur rumah milik Adi Sufyan di Dusun Gunung Remuk, RT 002/RW 005, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (11/10/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu kompor gas LPG yang lupa dimatikan setelah digunakan memasak.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan kejadian pada pukul 22.18 WIB. Petugas tiba di lokasi pukul 22.49 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar empat menit, yakni pukul 22.54 WIB, sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pemeriksaan area terdampak hingga pukul 23.41 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, Moch. Supriyanto, kebakaran diketahui setelah terdengar suara letupan dari arah rumah korban. Saat melakukan pengecekan, saksi melihat asap keluar dari dapur, kemudian segera membangunkan pemilik rumah dan meminta bantuan warga sekitar.
Menurut hasil investigasi awal Damkarmat, kebakaran diduga bermula ketika pemilik rumah selesai memasak pentol cilok, tetapi kompor gas LPG masih menyala. Api kemudian diduga membesar, menyambar selang penghubung tabung gas, serta merambat ke meja kayu dan bagian bangunan dapur hingga mencapai atap.
Sebanyak 11 personel Damkarmat dari Regu Brama 1 dan 2 bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Petugas menggunakan peralatan pemadam untuk menjinakkan api, dilanjutkan penyisiran dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara maupun potensi kebakaran susulan. Polri dan warga turut membantu penanganan di lokasi.
Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka. Namun, bangunan dapur beserta meja, kompor, dan sejumlah peralatan dapur mengalami kerusakan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp4 juta, sedangkan aset berupa bangunan utama rumah dan perabotan senilai sekitar Rp150 juta berhasil diselamatkan.
Petugas juga menghadapi kendala kemacetan lalu lintas di kawasan Ketapang saat menuju lokasi. Meski demikian, penanganan kebakaran dapat diselesaikan pada malam itu. (*)
