Karhutla Arjuno-Welirang Ganggu Pasokan Air Bersih, Pemprov Jatim Siapkan Langkah Penanganan

Foto : Gubernur Khofifah bersama Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Forkompimda usai rapat penanganan Karhutla   v

Pasuruan, Actanews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Huta. n Raya (Tahura) Raden Soerjo tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak pada pasokan air bersih bagi masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas percepatan pemadaman api sekaligus upaya memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Hingga Selasa malam, kebakaran masih terjadi di kawasan Desa Ledug dan Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen. Titik api juga dilaporkan muncul di Desa Ketapan Rame dan Desa Claket, wilayah Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, terdapat 637 titik panas atau hotspot yang tercatat sejak 19 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 titik dilaporkan masih belum padam ketika rapat berlangsung.

Untuk mempercepat penanganan, dukungan personel, logistik, serta posko penanggulangan terus diperkuat. Pemerintah juga mengupayakan penggunaan helikopter guna membantu pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air dari udara.

Khofifah menyampaikan, kondisi kemarau berkepanjangan menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko dan meluasnya kebakaran hutan maupun lahan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Situasi tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.

“Penanganan karhutla dan dampaknya perlu kerja sama dan koordinasi yang erat dari para pihak. Ini perlu menjadi fokus bersama untuk mempercepat penanganannya,” ujarnya.

Selain fokus memadamkan api, pemerintah juga menyoroti kerusakan pipa yang selama ini digunakan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Sehingga berdampak terhadap distribusi air bersih di tiga desa, yakni Jatiarjo dan Dayurejo di Kecamatan Prigen serta Tambaksari di Kecamatan Purwodadi.

Sementara itu Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjelaskan, gangguan pasokan air paling dirasakan warga di Desa Jatiarjo, Dayurejo, dan Tambaksari. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah melakukan pengiriman air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama jaringan perpipaan belum berfungsi optimal.

Meski demikian, kondisi geografis di beberapa lokasi membuat proses penyaluran air tidak selalu mudah. Karena itu, diperlukan solusi yang dapat menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan, terutama ketika terjadi bencana yang merusak infrastruktur distribusi.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Pasuruan mengusulkan pembangunan tiga titik sumur bor. Dua titik direncanakan berada di Desa Jatiarjo, sedangkan satu titik lainnya di Desa Dayurejo.

Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pasokan alternatif sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan pipa yang rentan mengalami gangguan saat terjadi bencana.

Dalam rapat tersebut, Khofifah turut mengingatkan pentingnya keselamatan petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang relawan saat bertugas dalam penanganan kebakaran di kawasan Bromo.

“Pemprov Jatim turut berduka atas kejadian itu. Kami juga sudah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bersama,” kata Khofifah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh unsur terkait menjadi kunci untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan warga.(Tya)