Kontrak Sudah Jalan, Aktivitas Minim: Proyek Busem Sekardangan Dipertanyakan

SIDOARJO — Proyek perbaikan Busem Perumahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo, yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), mulai menjadi perhatian. Pasalnya, meski proses tender telah selesai dan kontrak disebut telah ditandatangani sejak September 2026, aktivitas fisik di lokasi hingga Rabu (7/10/2026) masih terlihat terbatas.

Proyek tersebut dikerjakan CV Mutiara Eka Perkasa asal Sidoarjo dengan pagu anggaran Rp2,3 miliar. Dalam proses tender, perusahaan tersebut mengajukan penawaran sebesar Rp1.600.764.451,26, yang kemudian disetujui sebagai nilai kontrak.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja baru melakukan aktivitas awal, antara lain pemotongan besi untuk struktur kolam air. Di sekitar lokasi juga terlihat material trucuk, gedek bambu serta puluhan minipile yang disebar mengelilingi kolam air di wilayah RW 06 Perumahan Sekardangan Indah.

Namun, pekerjaan utama yang menjadi bagian penting dari proyek tersebut belum tampak secara signifikan. Di antaranya pekerjaan galian berskala besar, pengecoran struktur, pemasangan mesin pompa, hingga pembangunan rumah pompa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai progres pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan jadwal kontrak, serta efektivitas pengawasan dari dinas terkait. Terlebih, proyek ini berkaitan langsung dengan upaya penanggulangan genangan di kawasan permukiman.

Publik tentu berhak mengetahui apakah aktivitas yang masih terbatas tersebut memang sesuai dengan tahapan pekerjaan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak, atau terdapat kendala teknis maupun administratif yang menyebabkan pekerjaan belum berjalan optimal.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai minimnya aktivitas di lokasi, Iin Eka Wahyuni dari CV Mutiara Eka Perkasa meminta agar konfirmasi diarahkan kepada pihak dinas.

“Silakan konfirmasi ke dinas,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Drainase DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Herwindo, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan awak media terkait progres pekerjaan, jadwal pelaksanaan, serta alasan masih terbatasnya aktivitas fisik di lapangan (Agus)