BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi menggelar razia gabungan berskala besar di seluruh blok hunian warga binaan, Selasa (22/11) malam. Lebih dari 100 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba maupun barang terlarang.
Razia yang dipimpin langsung Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menyasar lebih dari 40 kamar hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan secara mendadak dan menyeluruh selama kurang lebih tiga jam.
Personel yang terlibat berasal dari Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur, BNNK Banyuwangi, serta jajaran petugas Lapas Banyuwangi.
Solichin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus bagian dari komitmen Lapas Banyuwangi dalam mencegah masuk dan beredarnya handphone, narkotika, serta benda-benda terlarang lainnya di dalam lingkungan Lapas.
“Penggeledahan gabungan ini merupakan langkah preventif sekaligus komitmen nyata kami untuk memastikan Lapas Banyuwangi benar-benar bersih dari handphone, peredaran gelap narkoba maupun benda-benda berbahaya lainnya,” ujar Solichin.


Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa setiap sudut kamar hunian secara teliti, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang milik warga binaan. Penggeledahan dilakukan secara terukur dengan melibatkan unsur keamanan dari berbagai instansi.
Hasilnya, petugas tidak menemukan handphone maupun barang bukti narkotika. Namun, tim gabungan tetap mengamankan sejumlah benda yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“Handphone dan narkoba alhamdulillah nihil. Barang yang kami amankan merupakan barang yang disinyalir dapat mengganggu keamanan,” ungkapnya.
Tidak hanya penggeledahan, kegiatan tersebut juga disertai pemeriksaan tes urine secara acak terhadap sejumlah petugas dan warga binaan. Dari sampel yang diperiksa, seluruh hasil tes dinyatakan negatif.
“Dari penggeledahan kurang lebih tiga jam, kita pastikan tidak ada temuan handphone maupun narkoba. Hasil tes urine acak terhadap petugas dan warga binaan juga seluruhnya negatif,” tegas Solichin.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Banyuwangi untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Solichin menambahkan, sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, serta instansi terkait akan terus diperkuat. Razia dan pengawasan juga akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Banyuwangi.
“Sinergi lintas instansi dan razia rutin akan terus kami gencarkan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan bersih dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (* )
