SIDOARJO — Progres pekerjaan Perbaikan Sistem Rumah Pompa Sidokare I dan II di Kabupaten Sidoarjo hingga Kamis (24/9/2026) menjadi perhatian. Pasalnya, di lapangan pekerjaan yang terlihat masih didominasi aktivitas pemancangan minipile, sementara sejumlah pekerjaan pendukung belum tampak berjalan signifikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas tenaga kerja masih terbatas. Terlihat dua pekerja, satu mandor, serta seorang konsultan pengawas berada di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,928 miliar, dengan tanggal kontrak 28 Agustus 2026. Pelaksana pekerjaan adalah CV Putra Utama Perkasa, sedangkan konsultan pengawas yakni CV Guna Manfaat Teknik.
Haris, selaku konsultan pengawas, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut seharusnya terdapat sheet pile sebagai bagian dari penanganan dan pengamanan area pekerjaan. Namun, hingga pemantauan dilakukan, material maupun pekerjaan sheet pile belum terlihat di lokasi.
Selain progres pekerjaan, sistem pengamanan dan pengendalian aliran air juga menjadi perhatian. Lokasi proyek berada di sekitar saluran air dan berdekatan dengan kawasan permukiman.
Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan debit air meningkat. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan air dari area pekerjaan masuk ke lingkungan permukiman.
Untuk sementara, pengendalian aliran air di lokasi dilakukan menggunakan karung berisi pasir, sesek, serta terpal yang difungsikan sebagai penahan atau pembatas aliran air.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, mengingat pekerjaan berlangsung di kawasan yang memiliki saluran air dan berdekatan dengan permukiman. Sistem pengamanan air yang lebih memadai diperlukan, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat musim hujan.
Di sisi lain, terbatasnya tenaga kerja yang terlihat di lapangan juga menimbulkan pertanyaan mengenai strategi percepatan pekerjaan. Hal ini menjadi penting karena waktu pelaksanaan terus berjalan, sementara pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.


Haris menyatakan kondisi progres pekerjaan tersebut akan dilaporkan kepada atasannya untuk ditindaklanjuti. Apabila progres pelaksanaan dinilai tidak sesuai dengan rencana pekerjaan, pihak pelaksana dapat diberikan teguran atau surat peringatan sesuai mekanisme yang berlaku. (Agus)
