Sidak Dua Proyek Jalan di Krian, Anggota Komisi C Soroti Material Bongkaran dan Pelebaran Jalan

SIDOARJO – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, Moh. Nizar, S.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua proyek peningkatan jalan di wilayah Krian, Rabu (16/9/2026).

Dua ruas jalan yang menjadi lokasi sidak yakni proyek peningkatan jalan Krian (RPH)-Kemangsen dan ruas Kebonagung-Tambak Kemerakan.

Dalam sidak tersebut, politisi Partai Golkar itu menyoroti pengelolaan material hasil pekerjaan, terutama tanah galian dan bongkaran beton yang masih terdapat tulangan besi.

Menurut Nizar, material hasil bongkaran perlu dikelola secara transparan dan jelas karena berkaitan dengan aset serta perhitungan volume pekerjaan yang dibiayai pemerintah daerah.

Ia mempertanyakan apabila material hasil bongkaran dari proyek Krian (RPH)-Kemangsen diperjualbelikan tanpa kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan dan pemanfaatannya.

“Tanah hasil galian semestinya ditumpuk di satu lokasi agar volume kubikasi dan kedalaman galian bisa dihitung dengan jelas. Dari situ dapat diketahui berapa volume pekerjaan galian yang menjadi dasar pembayaran oleh pemerintah daerah,” ujar Nizar saat berada di lokasi sidak.

Selain material bongkaran, Nizar juga menyoroti kondisi proyek peningkatan jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan. Ia menilai pekerjaan tersebut belum disertai pelebaran badan jalan sehingga lebar jalan masih relatif sama dengan kondisi sebelumnya.

“Kalau hanya seperti ini, pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar akan berjalan lebih lambat. Andaikan di kanan dan kiri dipasang box culvert, kemudian badan jalan bisa diperlebar, akses warga tentu menjadi lebih mudah,” katanya.

Menurut Nizar, pelebaran jalan dan peningkatan kualitas akses dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga di sepanjang jalur tersebut.

Ia juga meminta agar bagian penurunan jalan di kawasan Tambak Kemerakan dibuat lebih landai sehingga tidak terjadi perbedaan ketinggian yang terlalu tajam dengan jalan utama.

“Untuk penurunan jalan di Tambak Kemerakan supaya dibuat landai, tidak seperti sekarang yang jaraknya terlalu tinggi dengan jalan utama. Kalau jalannya lebih lebar, akses masyarakat menjadi lebih cepat dan diharapkan aktivitas perekonomian di sepanjang jalan ini juga ikut berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Purwanto, belum memberikan keterangan terkait sidak yang dilakukan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo mengenai pengelolaan material hasil bongkaran maupun pekerjaan pada kedua ruas jalan tersebut. (Agus)