RSUD Grati Siapkan Layanan Cuci Darah, Tujuh Mesin Hemodialisis Siap Digunakan

PASURUAN, Actanews.id — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya yang berada di wilayah timur dan selatan. RSUD Grati segera membuka layanan hemodialisis atau cuci darah setelah menyiapkan tujuh unit mesin untuk mendukung pelayanan pasien dengan gangguan ginjal.

Layanan tersebut saat ini masih menunggu izin operasional. Selain itu, RSUD Grati juga tengah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar nantinya layanan cuci darah dapat dimanfaatkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur RSUD Grati, dr. Dian Arie Setyawati, mengatakan kesiapan sarana dan prasarana untuk layanan hemodialisis terus dimatangkan. Pihak rumah sakit berharap seluruh proses perizinan dapat segera diselesaikan.

“Sekarang kami masih menunggu izin operasional. Kami juga terus berkoordinasi dengan BPJS agar setelah izin operasional turun, layanan ini dapat langsung melayani peserta JKN,” ujar Dian, Rabu (19/8).

Menurutnya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan penting untuk memperluas akses pelayanan. Dengan adanya kerja sama tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan sebagai pasien umum, tetapi juga dapat memanfaatkan pembiayaan melalui program JKN sesuai ketentuan yang berlaku.

Dian menjelaskan, tujuh mesin hemodialisis yang telah tersedia dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasien secara bertahap. Setiap mesin diperkirakan dapat digunakan untuk melayani sekitar dua pasien dalam sehari.

Dengan kapasitas tersebut, layanan hemodialisis RSUD Grati diproyeksikan mampu menangani puluhan pasien setiap bulan, dengan pelaksanaan pelayanan disesuaikan jadwal dan kondisi pasien. “Kami berharap izin operasional dan kerja sama dengan BPJS bisa segera selesai, sehingga pelayanan dapat berjalan maksimal untuk masyarakat,” katanya.

Dian menambahkan, kebutuhan terhadap layanan hemodialisis menjadi perhatian karena jumlah pasien dengan gangguan fungsi ginjal menunjukkan kecenderungan meningkat.

Menurutnya, berbagai faktor dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, di antaranya pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat serta penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.

“Trennya orang dengan gagal ginjal mulai meningkat. Bisa karena pola makan, gaya hidup, penyakit gula, darah tinggi, itu yang menyebabkan gagal ginjal,” jelasnya.

Hadirnya layanan hemodialisis di RSUD Grati diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pasien yang selama ini harus mendapatkan terapi cuci darah di rumah sakit lain. Wilayah pelayanan RSUD Grati sendiri mencakup Kecamatan Grati, Nguling, Lumbang, Winongan, Lekok, Rejoso, Gondangwetan, Tosari dan Puspo.

Dengan tersedianya fasilitas cuci darah di RSUD Grati, masyarakat dari wilayah tersebut diharapkan memiliki alternatif layanan yang lebih dekat sehingga waktu dan jarak tempuh pasien dapat ditekan. “Kami akan terus mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung sembari menunggu proses perizinan selesai,” ungkap Dian.

RSUD Grati kini tinggal menunggu izin operasional serta penyelesaian kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, layanan hemodialisis diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.(Tya).