Gubernur Khofifah Resmikan Pabrik Kaleng PT Sunrise Masami di Banyuwangi, Perkuat Hilirisasi dan Ekspor Industri Perikanan

Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Pabrik Pembuatan Kaleng Ikan PT Sunrise Masami Internasional di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (4/7/2026). Kehadiran pabrik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi industri perikanan sekaligus meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan Indonesia.

Peresmian tersebut dihadiri sekitar 150 tamu undangan, di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Inf Triyadi Indrawijaya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Rifto Himawan, jajaran Forkopimda, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, para pelaku industri, serta Danramil 0825/17 Muncar Kapten Arm Siswandi.

Rangkaian acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, penampilan Tari Gandrung, doa bersama, serta sambutan dari pihak perusahaan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutannya, perwakilan PT Sunrise Masami Internasional menyampaikan bahwa pembangunan pabrik merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung industri pengalengan ikan nasional. Selain itu, keberadaan pabrik diharapkan mampu memperkuat rantai pasok kebutuhan kaleng bagi industri pengolahan ikan di Banyuwangi yang selama ini memiliki orientasi ekspor ke berbagai negara.

CEO PT Lautan Synergy Sejahtera, Lam Weng Lai, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di Indonesia serta berkontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kepercayaan investor yang menanamkan modalnya di Banyuwangi. Menurutnya, investasi di sektor industri akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa hilirisasi industri merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Kehadiran PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat ekosistem industri pengolahan ikan serta memperluas pasar ekspor produk perikanan Indonesia.

“Nilai tambah dari proses hilirisasi akan memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi pelaku usaha, masyarakat, maupun perekonomian daerah,” ujar Khofifah.

Sebagai simbol dimulainya operasional pabrik, Gubernur Jawa Timur melakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, kemudian meninjau langsung fasilitas produksi bersama jajaran Forkopimda dan para tamu undangan.

Usai peresmian, Khofifah juga melepas ekspor produk ikan kaleng milik PT Pacific Harvest ke sejumlah negara tujuan, di antaranya kawasan Eropa, Afrika, Uni Emirat Arab, Tanzania, Lebanon, dan Kamboja. Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa Banyuwangi terus berkembang sebagai salah satu pusat industri perikanan berorientasi ekspor di Indonesia.

 

PT Sunrise Masami Internasional merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di bidang produksi kaleng untuk industri pengalengan ikan. Saat ini perusahaan telah menyerap sekitar 80 tenaga kerja yang didukung tenaga teknisi profesional guna menunjang operasional pabrik.